Dark/Light Mode

Menaker Siap Hadapi Gelombang Balik Pekerja Migran

Senin, 24 Mei 2021 20:59 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. (Foto: Ist)
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memastikan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk menangani gelombang kembalinya pekerja migran Indonesia (PMI) dari negara penempatan saat masa pandemi Covid-19.

"Sejak 23 Maret 2020 lalu, Kemnaker telah berkoordinasi dengan Kemenkes, permohonan pemeriksaan kesehatan di debarkasi bagi PMI pulang. Surat ditindaklanjuti dengan SE Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit ke seluruh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) pada 27 Maret," kata Menaker Ida saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Jakarta, Senin (24/5).

Berita Terkait : Pemerintah Waspada Arus Balik Pemudik Asal Sumatera Ke Jawa

Langkah lain yang diambil Kemnaker adalah melakukan koordinasi dengan atase ketenagakerjaan di 12 perwakilan Indonesia. Ini supaya PMI yang akan kembali dapat melaporkan kepulangannya secara online.

"Kami juga berkoordinasi dengan BP2MI untuk penanganan saat kedatangan dan kepulangan ke daerah asal, agar kordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan," ujar Ida.

Berita Terkait : Gelar Halal Bihalal Virtual, Mahfud MD Yakinkan Lebaran Berjalan Aman

Kemnaker juga terus berkoordinasi dengan seluruh pemerintah daerah untuk melakukan pendataan kepulangan PMI, memonitor kondisi PMI melibatkan Dinas Kesehatan dan memberikan imbauan kepada tenaga kerja Indonesia untuk mendaftarkan diri pada program pemberdayaan.

Dalam kesempatan yang sama di rapat tersebut, Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan diproyeksikan 49.682 PMI akan dan telah pulang akibat kontrak kerja habis pada April hingga Mei 2021.

Berita Terkait : Kemenpora Siap Aktifkan Peran Pemuda Dalam Pembangunan

"Kepulangan pekerja migran yang sudah masuk dan kembali ke Tanah Air kurang lebih 10.030 PMI, dengan 39.652 orang sisanya diproyeksikan akan pulang ketika kontrak kerjanya habis," tuturnya.

Benny menyebutkan, PMI akan dipulangkan dari Malaysia sekitar 15.206 orang. Kemudian Taiwan 13.649 orang, Hong Kong 12.577 orang, Singapura 2.697 orang, Korea Selatan 2.277 orang, Arab Saudi 1.262 orang, Brunei Darussalam 969 orang, Kuwait 275 orang, Papua Nugini 150 orang, dan Uni Emirat Arab 108 orang. [FAQ]