Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Cegah Penyebaran Covid-19 Makin Meluas
Masyarakat Jangan Bandel, Tahan Diri Dan Kooperatif
Rabu, 23 Juni 2021 07:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Masyarakat diingatkan menaati aturan yang dibuat pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19. Kita harus sadar, yang dilakukan pemerintah untuk melindungi keselamatan warga dari bahaya virus Corona.
Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat meninjau Posko Penyekatan Jembatan Suramadu.
Pemerintah mengambil langkah antisipatif dengan melakukan pemeriksaan karena terjadi lonjakan kasus Covid-19 di wilayah Provinsi Jawa Timur (Jatim), khususnya di Bangkalan, Pulau Madura.
Baca juga : Mitigasi Penyebaran Covid-19, KPK Swab Antigen Para Pegawainya
Tapi, upaya tersebut menuai pro dan kontra dari masyarakat. Bahkan sejumlah warga nekat aksi turun ke jalan dan meminta agar posko penyekatan dihentikan, lantaran tidak ingin dilakukan pemeriksaan tes usap antigen dan Polymerase Chain Reaction (PCR).
Muhadjir memastikan, fasilitas dan layanan di posko sudah sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang telah ditetapkan. Dia pun meminta masyarakat lebih kooperatif selama proses pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas.
“Penyekatan ini salah satu langkah tastis. Lama tidaknya tergantung dari kooperatif tidaknya masyarakat. Karena itu, saya minta kooperatiflah, menahan diri dulu untuk bersedia diatur, bersedia dirancang oleh petugas,” kata Muhadjir, kemarin.
Baca juga : Covid Makin Ganas, Jangan Sembarangan Ajak Anak Ke Luar Rumah
Menurut dia, petugas sudah cukup menguasai keadaan, cukup menguasai masalah. “Kuncinya di kesiapan, kesediaan warga untuk bekerja sama,” ujarnya.
Dia menambahkan, budaya dan karakter sangat melekat pada diri manusia. Pembiasaan-pembiasaan yang dilakukan selama pandemi Covid-19 dapat terbentuk menjadi sebuah karakter. Karena itulah, dalam prosesnya pembangunan manusia dan kebudayaan itu menjadi satu kesatuan.
“Dalam suasana prihatin Covid-19, sudah banyak sekali perilaku positif seperti mengubah paradigma. Memang masih ada di lapangan yang tidak disiplin protokol kesehatan, tidak mau taat peraturan, protes, itu perlu waktu,” tutur Muhadjir.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya