Sebelumnya
Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi mengakui, dari data petugas informasi pasar, setidaknya terdapat 60 kabupaten yang harga gabahnya di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Berbagai pihak dikerahkan untuk menyerap gabah petani.
Bagi kabupaten yang mengalami harga di bawah HPP, dia meminta agar segera turun tangan. Pihaknya bersama Perpadi (Persatuan Penggiling Padi), Bulog dan Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), bersama-sama mengatasi masalah ini. “Bagi Perpadi yang kesulitan modal untuk serap gabah, kami fasilitasi dengan bank setempat untuk akses KUR,” kata Suwandi.
Baca juga : Arahin.id Janjikan Ekspor Impor Barang Lebih Mudah Dan Cepat
Suwandi bilang, pihaknya juga telah melakukan upaya deteksi melalui penyiapan early warning sistem potensi panen. Gerakan brigade panen perlu dilakukan bersama kostraling, Perpadi, Dinas Pertanian dan dukungan dari Himbara untuk serap gabah.
“Kita koordinasi dengan Bulog, lakukan upaya mekanisasi di wilayah hujan dengan dryer sehingga harga tidak terlalu jatuh. Siapkan alat penggilingan yang bagus. Sesuai Cara Bertindak 3 dari program Pak Menteri Syahrul Yasin Limpo, siapkan juga untuk membangun lumbung pangan,” papar Suwandi.
Suwandi juga mempersilakan eksportir ikut membeli gabah petani. Panen raya merupakan peluang untuk ekspor beras premium. “Saya minta eksportir yang beminat, silakan masuk,” ujarnya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.