Sebelumnya
"People’s Vaccine (aliansi global organisasi non-pemerintah yang terdiri dari Amnesty International, Frontline AIDS, Global Justice Now, dan Oxfam) melaporkan bahwa negara kaya dengan populasi hanya 14 persen penduduk dunia sudah menguasai 53 persen vaksin yang diproduksi delapan perusahaan farmasi terkemuka. Karenanya, melalui WHO, Indonesia terus menyuarakan pentingnya keadilan distribusi vaksin Covid-19 agar negara-negara menegah kebawah bisa mendapatkan kemudahan dalam mengakses vaksin Covid-19," terang Bamsoet.
Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kadin Indonesia ini menegaskan, pandemi Covid-19 harus menguatkan argumen pentingnya memperkuat kerja sama internasional dan mengedepankan mekanisme multilateral, untuk mengatasi berbagai persoalan global. Karenanya, komitmen menjalin sinergi dan kolaborasi senantiasa menjadi kata kunci.
"Menghadapi pandemi Covid-19, Indonesia turut aktif memberikan bantuan kepada berbagai negara dunia. Antara lain, memberikan hibah 3.400 tabung oksigen dan 200 konsentrator oksigen untuk India. Serta memberikan bantuan kemanusiaan sebesar 200 ribu dolar AS untuk rakyat Myanmar dalam mengatasi pandemi Covid-19," terang Bamsoet.
Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, sebagai bagian dari warga dunia, kehidupan antar negara memang terpisahkan jarak dan sekat teritorial, serta diwarnai perbedaan latar belakang dan identitas budaya. Meskipun demikian, kita masih bisa terhubung dan disatukan oleh visi dan tujuan yang sama, yaitu mewujudkan tata kehidupan dunia yang tertib, damai dan harmonis.
"Kita menyadari bahwa perbedaan setiap negara dalam menyikapi kondisi dan fenomena global, sangat mungkin menimbulkan tensi, ketegangan, atau bahkan gesekan. Setiap negara pasti berpihak pada kepentingan nasional masing-masing. Keberpihakan terhadap kepentingan nasional suatu negara, boleh jadi beririsan dengan kepentingan nasional negara lain. Namun dengan mengedepankan dialog yang dilandasi prinsip saling menghormati, akan bermuara pada hadirnya solusi yang dapat diterima semua pihak," pungkas Bamsoet. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.