Dark/Light Mode

Perpustakaan Desa Harus Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Kamis, 29 Juli 2021 09:59 WIB
Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando (kiri) dalam webinar dengan tema, Pentingnya Literasi bagi Perempuan dalam Menunjang Perannya sebagai Pejuang Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Rabu (28/7). (Foto: Dok Perpusnas)
Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando (kiri) dalam webinar dengan tema, Pentingnya Literasi bagi Perempuan dalam Menunjang Perannya sebagai Pejuang Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Rabu (28/7). (Foto: Dok Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perpustakaan kini tidak hanya ada di kota-kota besar. Di desa juga sudah ada. Agar semakin bermanfaat, para kepala desa diminta agar mengoptimalkan perpustakaan desa itu untuk meningkatkan taraf hidup masyarakatnya.

Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando menyatakan, kualitas perpustakaan desa ditentukan manfaatnya untuk warga. Karenanya, perpustakaan desa harus menjadi tempat belajar masyarakat, terutama para perempuan, dengan menggali konten dari buku yang menjadi koleksinya.

“Kalau dimaknai tempat untuk semua orang membaca, siapa yang mau membaca di perpustakaan desa, ketika mereka sibuk cari nafkah di kebun dan sawah? Ini transformasinya yang harus dijelaskan, perpustakaan adalah tempat untuk menyimpan bahan perpustakaan, yang kemudian itu akan dijadikan sebagai panduan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Jadi kepala desa harus punya kegiatan untuk mencerdaskan masyarakatnya, sesuai dengan kebutuhannya,” ungkapnya, dalam webinar dengan tema “Pentingnya Literasi bagi Perempuan dalam Menunjang Perannya sebagai Pejuang Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi”, Rabu (28/7).

Syarif Bando menambahkan, sejak 2018, Perpusnas melalui program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial menjangkau perpustakaan desa untuk bertransformasi menjadi tempat pemberdayaan masyarakat. Melalui penerapan buku ilmu terapan yang ada di perpustakaan dan pendampingan dari pustakawan serta pengelola perpustakaan, masyarakat bisa mengimplementasikan ilmu tersebut dengan memanfaatkan kekayaan alam yang ada di sekitarnya, sehingga semakin berdaya dan sejahtera.

Syarif menerangkan, kaum perempuan memiliki potensi besar untuk hal ini. Perempuan adalah sosok yang kreatif. Kata Syarif, banyak kisah sukses dari penerima manfaat program transformasi perpustakaan inklusi sosial yang merupakan kaum perempuan. Karenanya, dia meminta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi agar mendorong kepala desa meningkatkan kemampuan masyarakat melalui literasi.

Dia menegaskan, literasi bisa mengubah kehidupan individu. Literasi, yang bermakna kedalaman pengetahuan seseorang yang bisa diimplementasikan, akan memperkuat kehidupan masyarakat desa dan partisipasi kaum perempuan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.