RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid (Gus Jazil) menyatakan, tema Pancasila selalu hangat diperbincangkan. Sebab, Pancasila adalah etika dan landasan segala kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
"Pancasila merupakan azimat yang ditemukan oleh para pendiri bangsa," tutur Gus Jazil saat diskusi Empat Pilar MPR bertema Memperkokoh Pancasila di Tengah Kehidupan Bermasyarakat yang digelar di Media Center, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/9).
Selain Gus Jazil, hadir sebagai pembicara dalam kegiatan yang dihadiri oleh para wartawan itu anggota MPR dari Kelompok DPD Agustin Teras Narang dan Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo.
Gus Jazil menyatakan, sila-sila yang ada dalam Pancasila merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Semua konsep Pancasila bisa masuk dalam sendi-sendi kehidupan. Keberadaan Pancasila juga ditegaskannya, tidak perlu dipertentangkan dengan agama.
Baca juga : Kebijakan Cukai Tembakau Jangan Abaikan Industri, Buruh, Dan Petani
Pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu menyebut cita-cita Pancasila sangat ideal namun dirinya mengakui antara idealnya Pancasila dengan realita yang ada di masyarakat sering tidak nyambung. "Sering tidak nyambungnya antara cita-cita Pancasila dan realita yang ada," ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Menurut alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu, agar Pancasila bisa hidup di tengah masyarakat atau diamalkan maka nilai-nilai yang ada harus dipahami. Kiat untuk memahamkan dasar negara itu dikatakan ditempuh lewat pendidikan dan ketauladanan.
Untuk mensosialisasikan Pancasila, Gus Jazil mengatakan, tidak cukup bila hanya dilakukan oleh MPR dan BPIP. Pun demikian agar Pancasila bisa menjadi gaya hidup dalam keseharian, maka harus ada sosok yang bisa menunjukan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. "Nah anak-anak milenial jaman sekarang butuh sosok seperti itu," tuturnya.
Dikatakan Gus Jazil, prinsip perekonominan nasional adalah usaha yang disusun berdasarkan azas kekeluargaan. Jika prinsip-prinsip perekonomian sudah disusun secara kekeluargaan maka hal demikian sudah selaras dengan nilai-nilai Pancasila.
Baca juga : Denger Siswi SMA Sudah Dilamar, Gus Yasin Gencarkan Jo Kawin Bocah
"Bila tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, di sinilah salah satu dari contoh tidak nyambungnya antara cita-cita dan realita," paparnya.
Dicontohkan lagi, banyak permusyarawatan yang prakteknya berbeda saat di lapangan. Untuk itu, Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu menegaskan perlu adanya ‘role model’ yang bisa dijadikan acuan untuk menjadi contoh ketauladanan.
"Ketauladanan yang kita inginkan sampai saat ini belum berhasil kita temukan. Pancasila hendakya menjadi ruh dalam segala sendi kehidupan bagi semua sehingga Pancasila bisa membumi. Bila implementasi Pancasila belum terjadi maka masyarakat, anak-anak muda, akan semakin menjauh," ujarnya.
Teras Narang yang hadir dalam diskusi lewat daring mengatakan, semua warga negara harus memahami pentingnya Pancasila. Iluntuk memberi sosialisasi atau memahamkan nilai-nilai ini, menurut mantan Gubernur Kalimantan Tengah itu harus menyesuaikan dengan era yang ada.
Baca juga : Bamsoet Tegaskan, Kecil Peluang Ada Penumpang Gelap Dalam Amandemen UUD
Sedangkan Benny Susetyo menyebut, seseorang mengamalkan nilai-nilai Pancasila bisa dilihat apakah dia dalam kehidupan keseharuan mempunyai rasa ketuhanan, kemanusiaan, keadilan, dan persatuan. Bila nilai-nilai itu ada, maka seseorang itu mampu membuat tatanan hidup sesuai dengan apa yang kita inginkan.
"Nilai-nilai yang demikian menurutnya ada pada sosok Wakil Presiden Mohammad Hatta. Hatta disebut merupakan sosok yang bisa dijadikan tauladan. Elit politik memang harus memberikan contoh ketauladanan," tegasnya. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.