RM.id Rakyat Merdeka - Guyonan Presiden Jokowi kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa agar menyupiri Ibu Negara, Iriana di acara pameran alat utama sistem persenjataan (TNI) di Istana Kepresidenan, Jakarta kemarin, memunculkan gosip soal calon Panglima TNI.
Ada yang menilai, hal ini merupakan isyarat Jokowi ke Andika, yang disebut-sebut sebagai calon Panglima TNI potensial. Menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.
Baca juga : Tolak Pemindahan Ibu Kota Negara, PKS: Duitnya Lebih Baik Buat Rakyat
Soal ini, Anggota Komisi I DPR Rizki Aulia Natakusumah mengatakan, guyonan bukan isyarat untuk memprediksi siapa yang bakal menjadi penerus Hadi Tjahjanto.
Menurutnya, penentuan panglima yang merupakan komando tertinggi kedua setelah presiden, harus dilakukan secara mendalam.
Baca juga : Dalam Situasi Darurat, Mesti Ada Badan Pegang Komando
"Saya berharap, Presiden Jokowi melakukan penilaian ketat terhadap calon Panglima TNI selanjutnya. Mengingat eskalasi ancaman terus meningkat dan melebar," papar Rizki Aulia kepada RM.id, Rabu (6/10).
"Panglima selanjutnya harus bisa menerjemahkan kebutuhan militer Indonesia ke ranah pertahanan non-tradisional, tanpa mengganggu supremasi sipil di Indonesia," imbuhnya.
Baca juga : HUT Ke-76, Gus Muhaimin: TNI Garda Terdepan Penjaga Kedaulatan NKRI
Ia mengungkap, saat ini Senayan masih menunggu Surat Presiden (Surpres) terkait calon pemimpin korps Baju Loreng itu.
"Kami di Komisi I DPR RI masih menunggu surat resmi dari presiden terkait calon panglima selanjutnya. Semakin cepat nama calon Panglima TNI masuk ke DPR, semakin baik," tandas politisi Partai Demokrat lulusan Nottingham University, Inggris itu. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.