RM.id Rakyat Merdeka - Senayan melihat produktivitas petani saat ini semakin baik. Namun, masih ada problem yang harus dituntaskan, yakni sengkarut data pertanian. Pemerintah diingatkan, kekisruhan data ini jangan sampai mengorbankan petani.
Anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasluddin mengatakan, saat ini di banyak daerah sudah dilakukan panen raya. Sayang, perbedaan data antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebabkan kekisruhan dan menafikkan hasil panen petani .
Baca juga : Bupati Yasin Resmikan Desa Wisata Situ Lebak Wangi Bogor
“Sumber kekacauan kebijakan dan kericuhan di lapangan ini muncul karena perbedaan data yang ada,” kata Akmal di Gedung Parlemen, Jakarta, kemarin.
Akmal meminta pemerintah melakukan sinkronisasi data stok di lapangan sesuai dengan angka database antara Kementan dan Kemendag. Misalnya, data stok jagung.
Baca juga : Kadet Mahasiswa Unhan Resmi Jadi Komcad Pertahanan Negara
Kementan pastikan stok jagung cukup memenuhi kebutuhan dalam negeri untuk jangka waktu tertentu. Tapi, Kemendag keukeuh menyatakan stok jagung menipis untuk diperlukan impor.
“Padahal jagung ini di berbagai sentra sudah panen raya dan menunjukkan ke publik bahwa jagung masih melimpah pasokannya. Karena itu, saya meminta Kementan dan Kemendag ada kesepahaman data,” tegas politisi Fraksi PKS ini.
Baca juga : Polda Metro Gelar Perpanjangan SIM, Cek Lokasimya..
Akmal melihat, produktivitas jagung petani cukup menggembirakan. Produktivitas jagung mencapai 6,5 ton per hektare, sementara harga pipilan kering di tingkat petani pun sangat baik dengan kisaran Rp 5.400 per kilogram. Kondisi ini akan berdampak besar bagi pendapatan petani.
Karena itu, dia meminta Kementan melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan untuk mempertahankan program ketahanan pangan ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.