BREAKING NEWS
 

Regulasi Investasi Masih Sulit

Di Atas Sudah OK, Tapi Di Bawah Menghambat

Reporter & Editor :
ACHMAD ALI FUTHUHIN
Jumat, 22 Oktober 2021 07:15 WIB
Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto. (Foto: Dok. DPR RI)

 Sebelumnya 
Kembali ke Darmadi, problem terbesar dan penghambat investasi ada pada sumber daya manusia aparatur saat ini. Sebab, mental aparat yang ada masih bigness mentality, yakni mental pejabat yang merasa dibutuhkan, tidak memiliki jiwa melayani. “Harus ada revolusi mental yang revolusioner,” tegasnya.

Sebenarnya, lanjut dia, Komisi VI DPR menerima banyak keluhan dari investor. Salah satunya dalam investasi di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi atau Geothermal. Sama seperti keluhan Jokowi, sang investor mengaku terpaksa harus bolak-balik lantaran Power Purchase Aggreement (PPA) tak kunjung tuntas.

Baca juga : PKB Nilai Aturan Naik Pesawat Wajib Tes PCR Langkah Mundur

Bagi Darmadi, situasi ini tentu buruk. Bukan hanya mencoreng image Indonesia di luar, tapi juga menghambat peredaran ekonomi masyarakat di lokasi investasi.

“Mereka sampai teriak-teriak. Mereka merasa orang-orang Indonesia ini demokrasinya luar biasa mempersulit,” katanya.

Baca juga : Gus Muhaimin Wajibkan Santri Melek Teknologi

Apalagi informasi yang diperolehnya, investasi pembangkit panas bumi ini sedianya dibangun di kawasan Indonesia Timur yang memang tingkat elektrifikasinya masih terbilang rendah. Harga pembelian yang ditawarkannya pun lebih murah.

“Mungkin di tim atasnya sudah ok, tapi tim menengah ke bawahnya ini cenderung banyak mempersulit,” jelasnya.

Baca juga : Komisi Kesehatan DPR Kritik Aturan Wajib PCR Bagi Penumpang Pesawat

Bendahara Umum Megawati Institute ini menilai, pemberdayaan aparatur ini menjadi sangat penting untuk dibenahi saat ini. Izin dan regulasi kemudahan investasi yang tertuang dalam Undang-Undang Cipta Kerja akan menjadi sulit diimplementasikan jika tatanan birokrasi tidak dibenahi. Walau Presiden Jokowi sudah membentuk Satgas Investasi, tapi pergerakannya masih lambat. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense