BREAKING NEWS
 

Syarief Hasan Puji Kerja Keras BIN Gencarkan Vaksinasi

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : FAQIH MUBAROK
Selasa, 9 November 2021 16:19 WIB
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mengapresiasi kerja-kerja kemanusiaan yang terus dilakukan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) dalam menggencarkan vaksinasi di berbagai pelosok wilayah NKRI.

Vaksinasi yang selama ini dilakukan BIN terbukti berdampak meningkatkan tingkat vaksinasi. Bahkan Indonesia menjadi salah negara dengan jumlah populasi tervaksin paling tinggi di dunia. Hal ini berpengaruh terhadap tingkat infeksi Covid-19 yang melandai karena pelan-pelan kekebalan komunitas terbentuk.

"Saya memberikan atensi yang tinggi terhadap kinerja BIN dalam penanganan pandemi. Sebagai bencana nasional, sudah menjadi tugas semua komponen masyarakat dan lembaga negara untuk sinergi dalam penanganan pandemi. Tingkat infeksi yang melandai tentu harapan kita bersama. Dengan demikian, rakyat dapat kembali beraktivitas normal, kematian dan infeksi menurun drastis, serta perekonomian kembali bangkit," ungkap Menteri Koperasi dan UKM di era Presiden SBY ini dalam keterangannya, Selasa (9/11).

Lebih lanjut politisi senior Partai Demokrat ini mendorong vaksinasi ini terus digencarkan. Apa yang telah dilakukan BIN tentu sebuah hal yang sangat baik dan patut diappresiasi tinggi. Namun jangan berpuas hati. Pandemi masih terus menjadi momok menakutkan.

Baca juga : Kapolri: Peran Tokoh Lintas Agama Bantu Percepatan Vaksinasi Di Labuan Bajo

Berdasarkan angka statistik yang dirilis Lembaga Our World in Data (7/11), Indonesia masih menempati urutan ke-14 negara dengan kasus tercatat paling tinggi sebanyak 4,25 juta kasus dan 144 ribu kematian.

Fakta ini jelas menunjukkan bahwa pembentukan kekebalan komunitas melalui vaksinasi terencana dan masif masih menjadi pekerjaan rumah.

Adsense

"Solusi paling kompherensif mengatasi pandemi adalah vaksinasi. Sepanjang kekebalan komunitas belum terbentuk, maka selama itu pula pandemi belum dapat dikatakan usai," ingatnya.

Karena itu, pelaksanaan tes PCR hanyalah solusi sementara untuk mendiagnosa dan memitigasi penyebaran virus. Jika tes PCR ini dikenakan harga yang begitu mahal, jauh di atas harga keekonomiannya, maka itu sama saja dengan menyusahkan rakyat.

Baca juga : Syarief Hasan: Preshold Dihapus Kehendak Rakyat Dan Konstitusi!

"Upaya mengambil untung tanpa nurani di masa pandemi ini tentu menohok rasa kemanusiaan. Saya kira ini harus juga menjadi atensi penegak hukum," pinta Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini.

Menurut Syarief, jika memang harga keekonomian tes PCR ini jauh lebih rendah ketimbang tarif yang selama ini dikenakan kepada rakyat, maka ada potensi skandal besar yang terjadi. Ini dapat disebut sebagai tragedi kemanusiaan.

Pemerintah seharusnya tidak menutup mata dengan tarif tes PCR yang begitu mahal selama ini . Jika ini terus dibiarkan, sama saja pemerintah membiarkan kepentingan bisnis mengeruk untung yang tidak manusiawi di atas penderitaan rakyat.

"Saya mengharapkan dan meminta dengan tegas kepada pemerintah untuk serius audit tarif tes PCR ini selama, Jika memang ada skandal hukum yang terjadi atau azaz pemanfaatan situasi, maka tentu ini harus diusut tuntas dan dibuka kepada publik," desaknya.

Baca juga : Sukses Jadi Binaan Pupuk Kaltim, Iqbal Ajak Generasi Milenial Bertani

"Di tengah kesusahan rakyat sekarang ini, berdiam diri atas tarif tes PCR yang selama ini sangat mahal dan tidak masuk akal sama saja dengan mengeksploitasi rakyat. Jika memang pemerintah tidak kuasa menghentikan eksploitasi ini, sangat wajar rakyat bertanya: Kemana pemerintah berpihak?" ingat Syarief. [TIF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense