Sebelumnya
“Saya rasa tidak sulit untuk dapat berkomunikasi langsung dengan pejabat pemerintah dalam mengkritisi dan mengingatkan kalau ada masalah. Tidak disampaikan langsung ke media karena akan membingungkan dan bikin curiga di masyarakat. Hingga menimbulkan perpecahan,” sarannya.
Mantan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan ini menambahkan, dampak dari pernyataan tersebut juga dapat menimbulkan sikap rasis dan atau anti China di masyarakat kita.
Baca juga : Rekayasa Lalin Arus Balik Dinilai Berhasil, Kinerja Polri Diapresiasi
“Ini sangat berbahaya buat persatuan bangsa. Apalagi, kalau sampai tidak didukung dengan analisa data yang tidak akurat tapi sudah terburu-buri disampaikan ke publik,” pungkas Syahrul.
Sebelumnya, Bang Yos memperingatkan adanya kemungkinan China menguasai Indonesia. Banyaknya TKA China yang datang ke Tanah Air bisa menjadi ancaman.
Baca juga : Serangan Rudal Rusia Sambut Pengakuan Sekjen PBB, Atas Kegagalan Dewan Keamanan
“Namanya investor, pembawa modal terus dia juga syaratnya boleh membawa tenaga ahli, itu biasa. Tenaga ahli pun harus kita cek betul apakah memang bener-bener untuk pekerjaan itu orang Indonesia belum ada. Kalau pun harus ngirim kan kira-kira 2-3 orang lah, dengan staf-stafnya mungkin 10 orang. Lah ini kan kita lihat kan membawa tenaga kerja, dan jumlahnya tidak sedikit,” kata Bang Yos.
Meski begitu, dia membedakan etnis Tionghoa yang memang sudah ada di sini dengan pendatang yang merupakan TKA.
Baca juga : Sowan Ke Ketua MUI Bandung, Sekjen Gerindra Minta Nasihat
“Kalau yang ada di sini kan memang nenek moyangnya ada di sini dulu ya, Bahkan nenek moyang ini ikut berjuang dalam revolusi dulu melawan Belanda, melawan Jepang,” tutur Bang Yos. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.