BREAKING NEWS
 

Setelah Tempe, Jokowi Urusi Pete

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : SISWANTO
Senin, 5 November 2018 13:03 WIB
Presiden Jokowi membeli pete saat mengunjungi Pasar Anyar Tangerang, Banten, kemarin. Jokowi mengunjungi pasar untuk memastikan kenaikan dan penurunan harga barang. (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi kini makin sering  blusukan ke pasar tradisional. Setelah mengunjungi Pasar Surya Kencana di Bogor awal pekan lalu,  Jokowi menyambangi Pasar Anyar di Tangerang, Banten. Di sana,  Jokowi menyapa para pedagang dan  memborong beberapa barang seperti  tempe dan pete. Usai berkeliling, Jokowi menegaskan, harga bahan pokok dan sayuran masih  stabil.  Jokowi  tampaknya  ingin  mematahkan  klaim  Sandiaga Uno, yang bilang pasar sepi karena penurunan  daya beli dan kenaikan harga barang pokok.

Sejak  ditunjuk  jadi  Cawapres Agustus lalu, Sandi rajin blusukan ke  pasar tradisional. Setiap berkampanye  ke daerah, dia selalu menyempatkan  mampir ke pasar. Menemui para pedagang dan pembeli. Menampung curhatan  mereka  sambil  meninjau harga barang­-barang. Dari sembako sampai sayur­-mayur. Kesimpulannya satu, emak-­emak  mengeluh  karena harga  bahan  pokok  naik.  Pedagang juga mengeluh karena sepi pembeli. Manuver Sandi ini tampaknya mengganggu kubu Jokowi-­Ma’ruf. 

Baca juga : Ma’ruf Ngaku Jadi Alat Membangun Bangsa

Berbagai sanggahan sudah disampaikan. Presiden Jokowi sampai ikutan membalas. Awal pekan  lalu  misalnya,  mantan Walikota Solo itu blusukan ke Pasar Surya Kencana, Bogor.  Kemarin,  Jokowi  kembali  blusukan ke pasar. Kali ini ke Pasar Anyar,  Tangerang, Banten. Kunjungan ini dilakukan  dengan mengendarai  motor barunya. Sebelum  ke  pasar,  Jokowi  yang mengenakan jaket merah, berkeliling Tangerang bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto beserta Danpaspampres (Komandan Pasukan Pengamanan Presiden) Suhartono. Setibanya  di pasar sekitar pukul 06.40  pagi,  Jokowi  langsung berkeliling. Mengunjungi beberapa penjual  sambil  menanyakan  harga. Seperti  lapak  tempe,  cabe, telur  dan daging. 

Adsense

Dia juga mengecek satu per satu sambil membeli bahan pokok makanan seperti tahu, telur, beras, ayam, daging, dan melinjo. Selama 30 menit, Jokowi berkeliling di pasar. Jokowi bilang, harga bahan pokok di pasar cenderung stabil, sesuai  inflasi  sekitar  3,5  persen. Angka  ini lebih  rendah  daripada tingkat  inflasi beberapa  tahun  lalu  yang  mencapai 8-9 persen. Harga telur misalnya, sudah turun sekitar Rp 22 ribu per kilogram.

Baca juga : Bos HIPMI Jadi Inisiatornya

Memang ada beberapa harga barang yang naik. Seperti daging. Namun itu berkaitan dengan permintaan. Harga beras bervariasi antara Rp 8 ribu sampai Rp 12 ribu, tergantung kualitas. Sementara tempe harganya stabil di Rp 5 ribu. Dalam kesempatan itu, Jokowi  memborong tempe, pete, daging, melinjo 
dan cabe yang sekilonya hanya Rp 30 ribu. “Padahal kalau naik, bisa Rp 80 ribu,” katanya.

Jokowi kemudian mengunjungi lapak pedagang  pete.  Dia  menanyakan  harganya. Harga pete memang lagi murah sekarang, Rp 2 ribu per papan. Karena 
murah,  Jokowi  kemudian  mengambil seikat pete. Jumlahnya mungkin 20. Momen Jokowi memegang pete ini diabadikan oleh warga yang berada di lokasi.
Menurut Jokowi, fluktuasi harga di pasar hal yang biasa. Dia berharap, tidak ada pihak-pihak yang mengatakan hal yang sebaliknya, dengan kondisi harga 
sebenarnya di pasar. 

Baca juga : Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke Habib Rizieq

“Nanti pedagang pasar marah, semua harga  stabil  nggak  berubah.  Banyak yang  turun,  satu  dua  naik,  fluktuatif biasa.  Daging  naik  dikit,  telur  turun, 
biasa.  Jangan  teriak  di  pasar  naik. Nanti, pedagang pasar marah, nggak ada yang beli.  Iya ndak? Malah datang ke mall, supermarket.  Jadi,  kalau  ke  pasar, lihat fakta yang ada. Harga sampaikan apa adanya,” jelasnya. Jokowi  menuturkan,  selain  harga,  yang  paling  penting  adalah  kondisi pasar yang harus tertata, bersih, tidak becek, tidak bau, dan memiliki tempat  parkir.  Dengan  demikian,  pasar tradisional dapat bersaing dengan supermarket.

Menanggapi hal ini, Pengamat Politik LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)  Siti Zuhro  menyambut  baik  perang  blusukan antara dua kubu. Menurutnya, blusukan ke  pasar  dapat  mengonfirmasi  harga bahan pokok di masyarakat. Bisa diketahui di pasar mana yang masih mahal, dan mana yang stabil.  Blusukan ke pasar juga pas untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat di  tingkat  akar  rumput.  Namun, Siti mengingatkan, kontestasi dan hasil blusukan  disampaikan dengan gamblang. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense