Sebelumnya
Persoalan di Kota Bandung terjadi pula di Kabupaten Bandung. Hal ini diutarakan oleh Ketua DPAC Partai Demokrat Baleendah Rudiana, yang ikut dalam aksi untuk memprotes hasil Muscab yang dilakukan secara serentak tersebut.
“Kami melihat ada kejanggalan dalam penentuan ketua DPC terpilih. Pasalnya, kandidat yang suara dukungannya paling sedikit menang. Apa parameternya? Tolok ukurnya apa? Apakah hanya dari fit & proper test? Tidak pernah dijelaskan hingga saat ini,” tutur Rudiana.
Baca juga : Tolak Hasil Muscab, 18 DPAC Demokrat Bandung Gugat Mahkamah Partai
Rudiana menyatakan, bila keputusan ini tidak ditinjau ulang dan dianulir, 17 DPAC Partai Demokrat Kabupaten Bandung yang mendukung calon ketua dengan suara terbanyak akan mundur.
“Bila ini keputusan ini tetap dilakukan, kami dari 17 DPAC di Kabupaten Bandung akan mengundurkan diri dari Partai Demokrat,” ancamnya.
Baca juga : Partai Garuda: Negara Demokrasi Bukan Berarti Negara Barbar
Sebelumnya dalam aksi tersebut, Ketua DPAC Partai Demokrat Kecamatan Gedebage RB. Eko Susetyo mengungkapkan sejumlah Ketua DPAC Partai Demokràt di Kota Bandung meminta kepada DPP untuk segera mengevaluasi hasil keputusan muscab secara menyeluruh.
“Juga meminta untuk mengevaluasi pemutus hasil Muscab serentak karena dianggap telah gagal dalam menjalankan roda-roda organisasi dan merusak Partai Demokrat,” pungkas Eko. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.