BREAKING NEWS
 

Ikuti Jejak SBY

AHY Bisa Mengawali Dari Posisi Cawapres

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Minggu, 9 Oktober 2022 07:45 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri), saat bertemu Ketua Umum Partai Demokrat AHY di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat (7/10). (Foto: NG Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gaya kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dianggap cerminan sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kala menjadi Presiden dua periode medio 2004-2014. Sosoknya bisa menjadi duet maut bila ditandemkan dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Seperti kata pepatah, kelapa jatuh tak jauh dari pohonnya. Cerminan SBY ini ada pada AHY,” ujar Ketua Umum Barisan Militan Demokrat (BMD) Tommy Arief kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : AHY Sangat Layak Berlaga Di Pilpres

Dikatakan, sudah menjadi pendapat umum jika publik saat ini merindukan sosok kepemimpinan SBY. Namun, de­mi menjaga marwah demokra­si, Ketua Majelis Pertimbangan Tinggi Demokrat itu patuh konstitusi dan tetap melakoni pembatasan dua periode.

Tommy mengenang, SBY dikenal dengan ungkapan ‘Segalanya untuk Rakyat’. Baginya itu bukanlah basa-basi. Apalagi wacana. Diyakininya itu ung­kapan apa adanya. Hal itu, bisa dibuktikan kala SBY di periode pertama bersama Jusuf Kalla mampu menjawab segudang tantangan.

Baca juga : Airlangga Ajak Semua Negara Bersatu Hadapi Krisis Global

Justru, katanya, berbagai masalah itu dihadapi dengan tenang dan tepat sasaran. Termasuk, bersikap sabar dan tegar menghadapi badai kecaman dan serangan politik yang menurutnya banyak yang tidak proporsional, tidak adil, dan kelewat batas.

Mantan Direktur Media Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) ini menganalisa, tantangan kepemimpinan di Tahun 2024 jauh lebih berat. Mulai dari situasi bangkit dari pandemi, hingga keban­jiran pemuda. Jangan sampai, kepemimpinan nanti tergilas zaman modern.

Adsense

Baca juga : Ayu Dewi, Terima Bunga Dari Toko Denise

“Untuk menghadapi persoalan berat itu, tentu diperlukan keberanian dan jiwa besar untuk mengakui kekurangan, seperti yang dicontohkan SBY sebagaimana pula diperlukan keberanian dan jiwa besar pihak lain untuk mengakui capaian Pemerintah saat itu,” katanya.

Menurutnya, sosok AHY adalah jawaban tantangan kepemimpinan di Pemilu 2024. Tidak harus menjadi capres. Posisi juga cawapres sangat rasional dan punya per­an. Namun, hal itu diperlukan persetujuan dari koalisi besar. “Ya semoga saja, peta koalisi Demokrat bersama partai lain­nya ke depan mengamini ini,” pungkasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense