Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Gaya kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dianggap cerminan sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kala menjadi Presiden dua periode medio 2004-2014. Sosoknya bisa menjadi duet maut bila ditandemkan dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
“Seperti kata pepatah, kelapa jatuh tak jauh dari pohonnya. Cerminan SBY ini ada pada AHY,” ujar Ketua Umum Barisan Militan Demokrat (BMD) Tommy Arief kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : AHY Sangat Layak Berlaga Di Pilpres
Dikatakan, sudah menjadi pendapat umum jika publik saat ini merindukan sosok kepemimpinan SBY. Namun, demi menjaga marwah demokrasi, Ketua Majelis Pertimbangan Tinggi Demokrat itu patuh konstitusi dan tetap melakoni pembatasan dua periode.
Tommy mengenang, SBY dikenal dengan ungkapan ‘Segalanya untuk Rakyat’. Baginya itu bukanlah basa-basi. Apalagi wacana. Diyakininya itu ungkapan apa adanya. Hal itu, bisa dibuktikan kala SBY di periode pertama bersama Jusuf Kalla mampu menjawab segudang tantangan.
Baca juga : Airlangga Ajak Semua Negara Bersatu Hadapi Krisis Global
Justru, katanya, berbagai masalah itu dihadapi dengan tenang dan tepat sasaran. Termasuk, bersikap sabar dan tegar menghadapi badai kecaman dan serangan politik yang menurutnya banyak yang tidak proporsional, tidak adil, dan kelewat batas.
Mantan Direktur Media Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) ini menganalisa, tantangan kepemimpinan di Tahun 2024 jauh lebih berat. Mulai dari situasi bangkit dari pandemi, hingga kebanjiran pemuda. Jangan sampai, kepemimpinan nanti tergilas zaman modern.
Baca juga : Ayu Dewi, Terima Bunga Dari Toko Denise
“Untuk menghadapi persoalan berat itu, tentu diperlukan keberanian dan jiwa besar untuk mengakui kekurangan, seperti yang dicontohkan SBY sebagaimana pula diperlukan keberanian dan jiwa besar pihak lain untuk mengakui capaian Pemerintah saat itu,” katanya.
Menurutnya, sosok AHY adalah jawaban tantangan kepemimpinan di Pemilu 2024. Tidak harus menjadi capres. Posisi juga cawapres sangat rasional dan punya peran. Namun, hal itu diperlukan persetujuan dari koalisi besar. “Ya semoga saja, peta koalisi Demokrat bersama partai lainnya ke depan mengamini ini,” pungkasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya