BREAKING NEWS
 

Ganggu Menko Airlangga Urus Ekonomi Umat, Ulama Minta Isu Munaslub Distop

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 1 Agustus 2023 12:46 WIB
Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penolakan terhadap Musyawarah Nasional Luar Biasa atau Munaslub Partai Golkar terus menguat.

Kali ini, penolakan datang dari ulama sekaligus Ketua Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Samsul Ma'arif.

Samsul Ma’arif menyatakan, kinerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto selama ini sangat bermanfaat bagi ekonomi umat.

Samsul Ma’arif berharap, apa yang sudah dilakukan Airlangga selama ini dapat dikoordinasikan dengan Kementerian-Kementerian lainnya.

Baca juga : Airlangga Sudah Bertemu Luhut-Bahlil, Suara Munaslub Beringin Meredup

"Menurut saya positif, beliau turun ke pesantren, mudah-mudahan ini tidak hanya sekedar program sesaat tapi ditindaklanjuti. Apa yang sudah dilakukan Pak Menko (Airlangga) itu, dapat dikerjasamakan antar kementerian, misalnya dengan PMK, ada koordinasi. Sama-sama menteri koordinator," ujarnya, Selasa (1/8).

Samsul Ma'arif juga mengapresiasi sikap Airlangga yang selama ini memiliki kepedulian terhadap pesantren.

Adsense

Menurut dia, hal tersebut positif lantaran kemandirian pesantren dalam bidang ekonomi sangat penting.

“Beliau (Airlangga Hartarto) juga punya respek terhadap bidang ekonomi terutama Dengan pesantren. Memang beliau melihat bahwa pesantren yang jumlahnya tidak kurang dari 24 ribu itu, ini kan juga mendapat perhatian dalam bidang ekonomi, terutama kemandirian pesantren,” papar dia.

Baca juga : Tak Paksa Airlangga Jadi Cawapres, Golkar Mulai Realistis

Dalam kesempatan ini, Samsul Ma'arif berharap, semua pihak dapat berhenti mengganggu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melalui isu-isu Munaslub Partai Golkar.

Para elit politik, kata dia, harus dapat memberikan contoh dalam berorganisasi.

"Siapa pun pemimpin bangsa ini harus memberikan contoh yang terbaik, termasuk dalam berorganisasi. Tidak akan bisa menghormati organisasi jika tidak dimulai dari dirinya sendiri. Itu urusan ganti mengganti bukan urusan kami. Tapi hanya berpesan pada seluruh komponen bangsa ini dan pemimpin bangsa ini, bijaksanalah," ingatnya.

Samsul Ma'arif juga mengajak para elit politik untuk memperhatikan kepentingan bangsa yang lebih besar.

Baca juga : Aturan DHE Dongkrak Ekonomi Dan Investasi

Mereka diingatkan pentingnya saling belajar dan menghargai proses berorganisasi secara baik.

"Harus belajar menghargai proses organisasi secara baik. Artinya, misalnya, dalam berorganisasi itu kan ada masa berkhidmat-nya. Peluang untuk sampai akhir, menyelesaikan pekerjaannya. Ini tidak hanya di Golkar saja ya, semua partai. Termasuk organisasi keumatan, jangan sedikit-sedikit, kalau berbeda pendapat, langsung di-munaslub, selesaikan saja, selama tidak melanggar aturan yang besar,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense