RM.id Rakyat Merdeka - Kinerja pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus mendapatkan kritikan. Penyebabnya, perolehan suara PPP pada Pemilu 2024 melorot. Bahkan, partai warisan ulama ini tak lolos ke Senayan. Suaranya tak memenuhi Parliamentary Threshold 4 persen.
Kritikan tidak hanya dilayangkan kepada pengurus pusat, tapi juga pengurus wilayah. Seperti kepada Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) DKI Jakarta H. Saiful Rahmat Dasuki.
Padahal, Saiful Rahmat Dasuki yang juga Wakil Menteri Agama itu menargetkan PPP meraih 10 kursi DPRD DKI Jakarta.
Mantan pengurus DPW PPP DKI Jakarta M. Zaky dan mantan Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Mampang Prapatan, M. Rafiq menilai DPW PPP DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Saiful Rahmat Dasuki melemah.
Baca juga : Perebutan Juara 3, Bali United Parkir Nova Setiawan
"Ini fakta, karena Pemilu 2024 lebih kecil perolehan suaranya dari Pemilu 2019. Mana 10 Kursi yang dijanjikan?" kata Zaky dalam keterangannya, Sabtu (1/6/2024).
Ditegaskan Zaky, seharusnya sebagai sanksi moral dengan tidak terpenuhinya target 10 kursi, ditambah menurunnya suara PPP, Saiful Dasuki undur diri dari jabatannya. "Faktanya terbukti gagal memimpin PPP DKI Jakarta," tegas Zaky.
Hal senada disampaikan M. Rafiq. Menurut dia, kondisi DPW PPP DKI Jakarta saat ini yang terburuk sepanjang sejarah.
"Ini merupakan hasil perolehan suara terburuk yang dialami PPP DKI Jakarta sepanjang keikutsertaan PPP dalam Pemilu," nilainya.
Baca juga : Kekosongan Wakil Ketua Bidang Non Judisial Mendesak Segera Diisi
Sementara itu, Ketua DPW PPP DKI Jakarta Saiful Rahmat Dasuki menegaskan, enam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-DKI Jakarta sepakat menghalau gerakan menghancurkan soliditas Ka’bah.
Dikatakan Saiful, jika ada individu yang berbeda, hal itu dinamika organisasi yang wajar. Namun, jika kritik disertai dengan gerakan yang ingin melemahkan dan meruntuhkan kewibawaan PPP, hal tersebut harus dibendung.
"Kami minta DPP PPP melakukan tindakan preventif. Kalau tindakan preventif ini tidak bisa dilaksanakan, harus ada tindakan keras terhadap kelompok-kelompok ini," tegas Saiful dalam keterangannya, Kamis (30/5/2024).
Dia memerintahkan kader PPP di Jakarta tetap solid di bawah kepemimpinan Plt Ketua Umum (Ketum) PPP Mardiono. Dia memastikan, PPP Jakarta satu komando mendukung Mardiono menyelesaikan masa baktinya dan menuntaskan berbagai persoalan.
Baca juga : Prof Romli Bicara Keras, Keburukan Pemilu Diomongin Di Cikini
Ditambahkan, hasil Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) PPP Jakarta terbaru, pihaknya segera menata dan menguatkan struktur organisasi dalam menghadapi Pilkada November 2024 mendatang.
"Kita bangun terus soliditas dan perkuat loyalitas seluruh kader se-DKI Jakarta untuk tetap satu barisan," tambahnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.