RM.id Rakyat Merdeka - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tak mau tinggal sejarah. Karena itu dua kubu yang saat ini tengah berseteru di Partai Kabah dikabarkan sudah islah alias berdamai.
Hal ini diutarakan Ketua Umum DPP PPP versi Muktamar Jakarta Humprey Djemat. Menurut Humprey, pihaknya dan PPP pimpinan Suharso Monoarfa sepakat melakukan islah. Tujuan agar PPP siap menghadapi Pilkada 2020.
Dijelaskan Humprey, islah diikrarkan dalam pertemuan segitiga antara dirinya, Suharso dan politisi senior PPP Hamzah Haz.
Baca juga : Dokter Prancis Berusia 98 Tahun Ini Masih Praktek, Nggak Mau Pensiun
"Pertemuan itu (Humprey, Suharso, dan Hamzah Haz) tidak bicara secara rinci namun membicarakan bagaimana kerja sama yang baik untuk menyatukan PPP agar lebih kuat ke depannya terutama untuk Pemilu 2024 mulai dari sekarang," kata Humprey dalam diskusi di Kantor Formappi, Jakarta, Minggu.
Menurut dia, langkah pertama islah itu dengan melakukan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di masing-masing pihak, PPP yang dipimpinnya menggelar Mukernas pada 30 November dan pimpinan Suharso pada 12 Desember.
Dia mengatakan, Mukernas yang dilakukan masing-masing pihak akan membahas langkah-langkah penyatuan atau islah. "Mukernas yang saya lakukan akan mengundang Suharso. Masing-masing melaksanakan Mukernas untuk bicarakan islah PPP nanti kami akan bertemu untuk proses Muktamar," ujarnya.
Baca juga : Gelar Piala Presiden, Basket Catat Sejarah Baru
Dia mengatakan dirinya dan Suharso akan bicara di internal masing-masing terkait konsep islah yang baik untuk partai sehingga ketika islah terlaksana, itu menjadi kemauan kader bukan keinginan dirinya atau Suharso saja.
Menurut dia, PPP harus menyatu secara organisasi karena partai tersebut sudah terjadi perpecahan dari tingkat atas sampai paling bawah.
"Kalau sekarang tidak mau menyatu maka siap-siap terima nasib akan menjadi sejarah. Itu yang ada dalam diri saya dan Suharso serta yang diinginkan akar rumput," katanya. [KRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.