Sebelumnya
Ditegaskannya, tidak ada nama lain yang pantas memimpin PKB ke depan selain Imin. Sebab, Imin berhasil meningkatkan suara PKB pada Pemilu 2024 kemarin. Imin juga berhasil merealisasikan mandat Muktamar 2019 agar ada kader PKB yang maju di Pilpres 2024.
Untuk itu, dia mengingatkan, kepada pihak-pihak yang mengganggu Imin, sama dengan mengganggu PKB.
“Kalau ada pihak-pihak yang mengadu domba, termasuk menyebut-nyebut nama kami, akan kami hadapi," tekan Ketua Komisi VI DPR itu.
Baca juga : Duetkan Luthfi-Yasin Di Jateng, KIM Pastikan Tak Usung Kaesang
Sebelumnya, terdapat salah seorang kader PBNU yang akan mendaftar sebagai calon ketua umum PKB. Namanya Abdul Rochman. Dia merupakan Koordinator Staf Khusus Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Namun, belakangan beredar informasi, pria yang akrab disapa Adung itu, batal maju. Sebab, Yaqut meminta Adung fokus membantunya di Kementerian Agama.
"Setelah berdiskusi cukup intens, Gus Men (Menag Yaqut Cholil Qoumas) meminta saya untuk mengutamakan tugas-tugas di pemerintahan," ucap Adung, dalam keterangannya, Jumat (23/8/2024).
Keputusan Adung mundur itu, mengagetkan banyak pihak. Termasuk para kiai dan ratusan pengurus cabang yang sudah mendukungnya. Adung pun berharap, meski dia batal maju, Muktamar PKB benar-benar berjalan demokratis. Sehingga menghasilkan pemimpin yang memiliki komitmen tinggi terhadap kemajuan partai.
Baca juga : Bebas Bakteri E-Coli,Air Di IKN Layak Minum
"Saya dengan kerendahan hati mohon maaf atas keputusan ini. Saya yakin ini keputusan terbaik," tegasnya.
Terpisah, Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said mengajak kepada seluruh peserta Muktamar PKB yang akan bermusyawarah di Bali untuk kembali ke Khittah PKB 1998 dan mengembalikan AD/ART PKB kepada desain aslinya.
“Ini untuk mencegah kemungkinan semakin jauhnya penyimpangan PKB dari desain aslinya," jelas Amin.
Baca juga : Airlangga Bawa Pesan Hidup Rukun Dan Guyub
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 23 Agustus 2024 dengan judul Hari Ini Muktamar PKB, Cak Imin Tak Ngebet Jadi Ketum Lagi
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.