RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Jawa Barat (Jabar) menargetkan, pembentukan 6 ribu Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) atau pengurus tingkat desa dan kelurahan, selesai pada tahun 2026. Penguatan struktur partai di tingkat desa dan kelurahan se-Provinsi Jabar berkaitan erat dengan target NasDem di Pemilu 2029, yakni meraih posisi 3 besar nasional.
Ketua DPW NasDem Jabar Mamat Rachmat mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh atas kinerja struktur partai, mulai dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD), atau pengurus tingkat kabupaten dan kota, hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC), atau pengurus tingkat kecamatan se-Provinsi Jabar. Pasalnya, NasDem Jabar menargetkan, pembentukan 6 ribu DPRt rampung pada tahun 2026.
“Kami mengevaluasi seluruh kerja partai. Apakah komitmen sebelumnya, dijalankan dengan baik atau belum. Misalnya, kami menargetkan seluruh DPD selesai, bulan Agustus 2025. Kemudian, bagaimana di tingkat DPC, selesai nggak pada Desember 2025 ini,” ujarnya dalam acara Refleksi Akhir Tahun NasDem Jabar di Bandung, Kamis (11/12/2025) malam.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan pihaknya, urai Mamat, kepengurusan DPC NasDem di 27 kabupaten/kota di Provinsi Jabar, sudah 90 persen terbangun. Saat ini, sejumlah daerah telah menyeselaikan hingga 100 persen, di antaranya Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bogor dan Purwakarta.
Baca juga : Gerindra Dorong Mitigasi Bencana Jadi Perhatian
“Ke depan, kami mempersiapkan komitmen baru, bagaimana tingkat DPRt selesai di tahun 2026. Jumlahnya lebih banyak dari sebelumnya, lebih dari 6 ribu DPRt,” cetus anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar itu.
Lebih lanjut, Mamat menegaskan, penguatan struktur partai hingga tingkat desa dan kelurahan, berkaitan erat dengan capaian target NasDem pada kontestasi demokrasi mendatang. Dia memastikan, DPW NasDem Jabar akan bekerja dan memberikan sumbangsih nyata atas capaian tersebut, yakni meraih posisi 3 besar nasional.
“Seluruh struktur dan kekuatan partai, harus membangun persiapan untuk 2029. Kita harus memiliki komitmen bersama, beriringan antara struktur partai dengan anggota DPRD di semua tingkatan, karena mereka (anggota Dewan) merupakan etalase partai di daerah. Yang akan ditanya masyarakat, tentu anggota DPRD-nya,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem Saan Mustofa menilai, kegiatan refleksi akhir tahun yang dilakukan DPW NasDem Jabar sangat penting untuk konsolidasi berkelanjutan.
Baca juga : Pemerasan Izin RPTKA, 8 Eks Pejabat Kemnaker Kantongi Rp 135,2 Miliar
“Kami berharap, progres partai di Jawa Barat, seperti pembentukan struktur, konsolidasi, maupun aktivitas kepartaian lainnya, bisa lebih masif di tahun 2026,” ujarnya.
Saan juga memaparkan tentang peta kekuatan NasDem di Indonesia. Saat ini, ungkap dia, kekuatan NasDem berada di Indonesia bagian timur, Sumatera, dan Kalimantan.
Saan mengakui, pihaknya masih memiliki tantangan besar atau Pekerjaan Rumah (PR) di Pulau Jawa. Menurutnya, wilayah yang menjadi PR utama, ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.
“Kecuali Banten. Elektabilitasnya sudah dua digit dan semua dapilnya terisi di Pemilu 2024 lalu,” imbuhnya.
Baca juga : Pemda Diingatkan Harus Punya Cadangan Pangan
Lebih lanjut, Wakil Ketua DPR itu mendorong kerja keras dan soliditas seluruh kader NasDem di Provinsi Jabar. Dia minta para kader melakukan berbagai inovasi kerja-kerja politik, agar NasDem semakin dekat dan diterima masyarakat Jabar.
“DPP meminta evaluasi perjalanan partai di Jawa Barat, selama tahun 2025, mulai dari DPD sampai tingkat DPRt. Termasuk, bagaimana aktivitas partai bersama masyarakat. Konsolidasi harus terus dilakukan, agar NasDem semakin dekat dan diterima masyarakat,” tandasnya. [OSP]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.