BREAKING NEWS
 

Kontroversi Lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat

Gerindra Minta Kader Jaga Etika Sebagai Pejabat Publik

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : ROMDONY SETIAWAN
Sabtu, 4 Juli 2026 06:45 WIB
Juru Bicara Gerindra, Sugiat Santoso. (Foto: Dok. Gerindra)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kontroversi lagu berbahasa Sunda berjudul “Lalaki Langit, Lalanang Bejat” yang diciptakan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein alias Om Zein, berbuntut panjang. Partai Gerindra memberi peringatan dan meminta Om Zein menjaga etika sebagai pejabat publik, lantaran lirik lagu yang dia ciptakan dinilai merendahkan perempuan.

Juru Bicara Gerindra, Sugiat Santoso mengatakan, pimpinan partai telah melakukan komunikasi secara informal dengan Om Zein dan para kader lain, untuk mengingatkan tentang pentingnya menjaga marwah partai, baik dalam sikap, ucapan, maupun karya yang disampaikan ke ruang publik. 

“Kami sudah mendengar klarifikasi beliau. Lagu itu dibuat, sebelum dia menjadi bupati. Namun, sebagai pejabat publik tetap harus menjaga norma, etika, dan nilai budaya. Jangan sampai, karya yang dibuat justru menyinggung kelompok masyarakat,” kata Sugiat dalam keterangannya, dikutip Jumat (3/7/2026). 

Menurutnya, meski lagu tersebut dibuat pada tahun 2020 atau sebelum Om Zein menjabat kepala daerah, isi liriknya tetap disayangkan karena dinilai tidak menjaga perasaan perempuan. Sugiat meminta, polemik tersebut dijadikan pelajaran oleh seluruh pejabat publik, agar lebih berhati-hati dalam berkarya dan berkomunikasi dengan masyarakat. 

Baca juga : BSI Targetkan Masuk List Top 5 Global Islamic Bank

Selain itu, sambung dia, pihaknya juga mengingatkan para kepala daerah agar tidak larut dalam kontroversi, yang mengalihkan perhatian dari tugas utama sebagai pelayan masyarakat. “Fokuslah pada tugas menyejahterakan rakyat dan memberikan keteladanan, baik dalam berbicara, bersikap maupun bertingkah laku,” tegasnya. 

Sugiat mengakui, persoalan tersebut belum dibahas dalam forum resmi partai. Namun, ungkap dia, setiap rapat internal partai selalu mengingatkan kader, baik di legislatif maupun eksekutif, agar menjaga etika dan substansi setiap pernyataan yang disampaikan kepada publik. 

Terpisah, Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kapuspen Kemendagri), Benny Irwan mengatakan, pihaknya telah membahas lagu kontroversial yang diciptakan Bupati Purwakarta. 

Adsense

“Kemendagri mengetahui dan mengikuti pemberitaan tersebut dari hasil monitoring media. Atas hal tersebut sudah dilakukan pembahasan secara internal,” ujarnya. 

Baca juga : 11 Rusun Baru Bakal Dibangun Di Jakarta

Benny menuturkan, Kemendagri akan memanggil Om Zein untuk mengklarifikasi lagu tersebut. Menurut dia, hasil klarifikasi akan menentukan ada tidaknya pelanggaran yang dilakukan Om Zein. 

“Sebagai tindak lanjut, sesuai aturan, dalam waktu dekat Bupati Purwakarta akan dipanggil ke Kemendagri untuk diminta keterangan atau klarifikasi. Hasil permintaan keterangan atau klarifikasi akan menentukan langkah pembinaan selanjutnya,” ujarnya. 

Benny menambahkan, politisi Partai Gerindra itu akan dipanggil dalam satu atau dua hari ke depan. “Kita tunggu dalam satu, dua hari ini, ya,” imbuhnya. 

Menghadapi kritik yang terus menguat, Om Zein menghapus video klip “Lalaki Langit, Lalanang Bejat”, dari seluruh akun media sosial pribadinya. Dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang merasa tersinggung dan menegaskan lagu tersebut tidak ditujukan untuk mendiskreditkan perempuan. 

Baca juga : Ronaldo Kehilangan Taji, Ramos Jadi Penyelamat

Menurut Om Zein, lagu itu berasal dari puisi yang ditulisnya pada 2020 sebagai refleksi atas kehidupan pribadinya ketika merasa masih “nakal”, jauh sebelum menjabat sebagai Bupati Purwakarta. 

“Itu murni bercerita tentang diri saya sendiri. Saya tidak bermaksud menyinggung siapa pun maupun mendeskripsikan pihak tertentu,” ujarnya. 

Soal somasi yang diterimanya, Om Zein mengaku masih akan berkonsultasi dengan tim kuasa hukum, sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya. Dia menilai, kritik yang datang dari masyarakat merupakan bentuk perhatian dan kasih sayang, agar dirinya menjadi pribadi yang lebih baik. 

“Sekali lagi Om Zein mohon maaf, terima kasih atas perhatiannya. Om Zein yakin, kritikan itu adalah suatu bentuk kasih sayang dan bentuk perhatian masyarakat, tokoh, atau siapa pun terhadap Om Zein,” tandasnya. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense