RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengapresiasi kinerja Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Kudus. Mereka menyebut DPC PKB Kudus menjadi salah satu DPC dengan kinerja konsolidasi tercepat se-Provinsi Jateng.
Ketua DPW PKB Jateng, Sarif Abdillah mengapresiasi soliditas dan kinerja jajaran pengurus DPC PKB Kudus. Menurutnya, DPC PKB Kudus merupakan salah satu DPC dengan kinerja konsolidasi tercepat di Provinsi Jateng.
“Kudus menunjukkan semangat luar biasa. Kecepatan menyusun struktur hingga ke tingkat ranting menunjukkan, soliditas dan kinerja di sini berada di level sangat tinggi,” ujar Sarif saat menghadiri kegiatan pengukuhan pengurus, Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PKB Kabupaten Kudus, dan orientasi politik masa bakti 2026–2031, di Kudus, Jateng, Minggu (11/10/2026).
Dia menerangkan, PKB tengah melakukan transformasi besar dengan semangat, “dari kekuasaan menuju pengabdian”. Karenanya, jabatan politik atau kekuasaan bukanlah tujuan akhir dari perjuangan kader-kader PKB, tapi alat untuk memberi solusi atas berbagai persoalan rakyat.
“Partai bukan sekadar tempat berkumpulnya politisi saat Pemilu, tapi rumah aspirasi. Kami akan terus mendampingi permasalahan ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan yang sedang dihadapi. Dengan begitu, seluruh masyarakat benar-benar merasakan manfaat kehadiran PKB,” tuturnya.
Baca juga : Penguatan Daya Beli Tak Bisa Ditunda Lagi
Sarif menambahkan kehadiran struktur kepengurusan PKB hingga tingkat Dewan Pengurus Ranting (DPRt) atau desa dan kelurahan akan semakin mendekatkan PKB dengan seluruh lapisan masyarakat. Dia berharap, para ujung tombak PKB atau pengurus di akar rumput menjalankan pengabdian dan kerja-kerja nyata di tengah masyarakat.
“Kehadiran struktur di tingkat akar rumput juga akan menjadi kekuatan PKB dalam menghadapi berbagai agenda demokrasi ke depan. Ini modal besar untuk memenangkan Pemilu Legislatif (Pileg) mendatang,” pungkasnya.
Ketua DPC PKB Kabupaten Kudus, Ida Nur Sa’adah menuturkan, pihaknya menargetkan peningkatan perolehan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus di Pileg mendatang. Sebab itu, pihaknya terus memperkuat konsolidasi dan menata kepengurusan hingga tingkat Dewan Pengurus Anak Ranting (DPARt) atau Rukun Tetangga (RT).
“Tahun 2026 merupakan momentum restrukturisasi organisasi. Kami melakukan restrukturisasi organisasi secara berjenjang mulai dari DPC hingga DPARt,” ucapnya.
Setelah pengukuhan pengurus di Jakarta pada 23 Juli lalu, lanjut Ida, PKB Kudus melanjutkan pembenahan struktur hingga tingkat kecamatan atau Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC). Kelengkapan kepengurusan DPAC itu menempatkan PKB Kudus sebagai daerah tercepat kedua di Provinsi Jateng, dalam proses restrukturisasi.
Baca juga : Obligasi Pemprov DKI Menunggu Restu Menkeu
“Di sini, pengurus bukan sekadar nama. Semua kader diberdayakan sesuai kompetensi dan penugasan masing-masing,” tegasnya.
Dalam menyusun kepengurusan baru, tambah Ida, PKB Kudus tetap merangkul pengurus lama sekaligus memberikan kesempatan kepada kader-kader baru. Ketua dan jajaran pengurus harian disiapkan sesuai ketentuan organisasi, termasuk batas usia minimal 35 tahun.
“Penguatan struktur organisasi harus diikuti peningkatan kapasitas kader dan pembagian tugas yang jelas. Karenanya, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pembukaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab), Muskercab, serta orientasi politik, untuk membekali pengurus tentang arah kebijakan partai, tugas organisasi, dan tata kelola kepengurusan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ida mengatakan, PKB Kudus memasang target menambah tiga kursi DPRD pada Pemilu mendatang. Di Pemilu 2024 lalu, urai dia, PKB Kudus meraih 85.819 suara dari empat daerah pemilihan (dapil) dan memperoleh tujuh kursi DPRD Kabupaten Kudus.
“Upaya mencapai target 10 kursi Dewan, tidak cukup hanya mengandalkan kepengurusan di tingkat kabupaten dan kecamatan. Partai perlu memperluas jaringan organisasi hingga tingkat ranting, atau RW dan RT, agar kader dapat bekerja lebih dekat dengan masyarakat,” jelasnya.
Baca juga : Drama Di Bernabeu, Vinicius Diusir Wasit
Selain memperkuat struktur organisasi, sambung Ida, pihaknya mendorong seluruh pengurus PKB Kudus memanfaatkan media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan Threads, untuk memublikasikan kegiatan serta program partai. Menurutnya, pemanfaatan platform digital penting untuk memperluas jangkauan informasi organisasi, utamanya kalangan milenial dan Generasi Z.
“Dalam kepengurusan, kami memberi peran kepada generasi milenial dan gen Z. Kehadiran mereka mendorong seluruh kader memperkenalkan aktivitas partai dan membangun komunikasi dengan masyarakat secara lebih luas, melalui media sosial,” tandasnya. [OSP]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.