BREAKING NEWS
 

Songsong Pemilu 2029, Golkar Wajibkan Para Menterinya Maju Caleg

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Senin, 19 Oktober 2026 06:50 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Golkar sekaligus Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji. (Foto: Dok. Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Golkar akan mewajibkan seluruh kadernya yang menjabat sebagai menteri di Kabinet Merah Putih (KMP) maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2029. Ketentuan tersebut akan dimasukkan dalam materi Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar sekaligus Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji mengatakan, kebijakan mewajibkan seluruh kadernya yang menjabat sebagai menteri KMP maju sebagai caleg pada Pemilu 2029 merupakan bagian dari upaya partai menambah perolehan kursi di parlemen.

“Termasuk Ketua Umum, Pak Bahlil juga akan nyaleg (daerah pemilihan) Papua,” kata Sarmuji seusai memberikan materi kepemiluan dalam Rapat Koordinasi dan Bimbingan Teknis Pemenangan Pemilu bagi legislator se-Indonesia Timur di Makassar, Sabtu (17/10/2026).

Sarmuji mengatakan, saat ini Golkar memiliki delapan kader yang menduduki posisi menteri di kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dia mengatakan, dengan mendorong para menteri kader Beringin maju sebagai caleg, Golkar bisa meningkatkan perolehan kursi legislatif Pemilu 2029.

Kedelapan kader Golkar yang jadi menteri adalah Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Investasi, Airlangga Hartarto sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dan Mukhtarudin sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian.

Kemudian, Meutya Hafid sebagai Menteri Komunikasi dan Digital, Nusron Wahid sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Wihaji sebagai Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN dan Maman Abdurrahman sebagai Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Baca juga : Golkar Sulsel Ditarget Raih Tambahan 2 Kursi Per Dapil

Selain itu, Sarmuji juga menyoroti ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) sebesar 5 persen dalam pembahasan Undang-Undang Pemilu. Dia mengatakan, Golkar akan mempertahankan usulan tersebut demi mendukung target partai menjadi pemenang Pemilu 2029.

“Soal PT, kita akan usulkan sekitar 5 persen. Bisa 5 persen persis atau 5 persen lebih sedikit. Ini kan Golkar menargetkan sebagai pemenang,” ujarnya.

Menurut Sarmuji, peningkatan jumlah kursi legislatif menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan Golkar pada Pemilu 2029. Dia mengatakan, perolehan Partai Golkar pada Pemilu 2029 harus mampu melampaui perolehan pada Pemilu 2024.

“Yang harus dipastikan adalah nambah kursi dari tahun 2024 kemarin. Karena kalau enggak, gagal dong mau sekarang,” tegasnya.

Adsense

Terkait pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu, Sarmuji menyebut prosesnya masih berlangsung dengan menyerap masukan dari para anggota DPRD. Berbagai masukan tersebut, kata dia, akan menjadi bahan bagi Golkar untuk memperjuangkan regulasi pemilu.

“Kami ingin revisinya nanti mampu membawa perbaikan bagi bangsa,” tandas Sarmuji.

Baca juga : Antrean BBM, Alarm Ketahanan Energi di Tengah Disparitas Harga dan Krisis Global

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia telah mengarahkan seluruh kadernya yang menjadi menteri agar ikut berkontestasi dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2029. Tentu saja, kata dia, sepanjang ketentuan perundang-undangan memungkinkan para menteri maju sebagai caleg di Pemilu 2029.

“Kalau aturan memungkinkan dan insya Allah memungkinkan, itu kita semua turun ikut caleg. Membesarkan partai ini. Loh, harus kerja dong,” kata Bahlil dalam pidato pengukuhan pengurus Akademi Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

Bahlil juga mengkritik kader yang hanya ingin menduduki jabatan menteri, tetapi enggan berjuang melalui pemilihan legislatif. Menurut dia, seluruh kader harus bekerja untuk membesarkan partai, bukan sekadar mengandalkan pembagian jatah kekuasaan.

“Caleg enggak, menteri mau. Gimana coba? Enggak bisa, dia harus kerja dong. Gitu. Enggak bisa. Enggak bisa. Enggak ada jatah-jatahan,” tegasnya.

Bahlil menegaskan, penentuan kader untuk menduduki jabatan strategis, termasuk posisi menteri, harus didasarkan pada prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela. Kader yang memenuhi kriteria tersebut akan memiliki peluang untuk diprioritaskan. “Dia yang diprioritaskan kalau itu baik. Itu aja. Itu baru bisa kita survive, itu baru kita bisa kompak,” tuturnya.

Dia memastikan akan maju sebagai caleg dari Dapil Papua. Selain merupakan tanah kelahirannya, dia menilai Golkar perlu memperkuat perolehan kursi di Papua.

Baca juga : Tekan Polusi, Yuk Kurangi Naik Kendaraan Pribadi

“Saya caleg, saya caleg Dapil Papua, karena dapil itu tidak ada kursi, enggak ada kursi kita, dan kalau petarung ya turun bermain di lapangan,” tandasnya.

Bahlil juga menyinggung perjalanan elektoral Golkar yang sempat mengalami penurunan setelah era kepemimpinan Akbar Tandjung. Dia berharap keterlibatan langsung para menteri dalam Pileg 2029 dapat membantu mengembalikan tren peningkatan suara dan kursi partai.

“Target kita tambah kursi. Sekarang 102 kursi. Pasca-Bang Akbar itu, kan, dua kali pemilu. Pemilu 1999 ketika Partai Golkar mau dibubarkan, dia masih nomor dua. 2004 kita langsung nomor satu. Itu dengan Paradigma Baru Partai Golkar. Setelah itu, turun terus. Turun terus. Ini baru naik lagi,” pungkasnya. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense