RM.id Rakyat Merdeka - Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay mengaku kenal dekat dengan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, Sehan Salim Landjar.
Bupati Sehan, bikin geger media sosial karena berani mengkritik pemerintah soal lambatnya bantuan corona ke daerah.
“Saya kenal beliau ini. Orang Sulut. Ya, agak mirip dengan orang Medan. Suaranya agak keras. Namun maksudnya kan baik. Harus dipahami dari maksud dan tujuannya ketika bicara itu,” ujar Saleh kepada Rakyat Merdeka.
Saleh mengaku sudah melihat dua video Bupati Sehan yang terkesan galak terhadap pemerintah pusat. Anggota Komisi IX DPR itu juga tidak menampik jika Sehan adalah salah satu kader PAN di daerah. Jabatannya, Ketua DPW PAN Sulut.
Baca juga : Social Distancing Dari Medsos, Wali Kota Bogor Bima Arya Merasa Lebih Baik
Seperti diketahui, nama Sehan mencuat setelah videonya mengkritik pemerintah muncul di media sosial. Sehan, terlihat marah-marah ihwal lambatnya koordinasi bantuan corona ke daerah. Sehan marah karena warganya susah makan, belum mendapat bantuan dari pemerintah.
Sehan bahkan sampai menghardik menteri yang mengeluarkan mekanisme BLT melalui transfer bank. Menteri dianggap mempersulit. Kata dia, rakyat sudah kelaparan dan membutuhkan kehadiran negara.
"Mau dapat BLT, BLT-nya kapan? Masih mau buka rekening, ini lah, ini lah, kriteria macam-macam. Negeri sudah mau bangkrut menteri masih ngeyel semua," ujar Sehan melalui video beredar.
"Rakyat minta seliter beras, dia tunggu BLT tapi BLTnya kapan? Bahkan ada yang bilang kasih saja beras 5 kg, biar nggak usah BLT. Kita sudah mau makan sekarang," tambahnya.
Baca juga : Pulihkan Ekonomi Global, RI Eratkan Kerja Sama Internasional Dengan Negara G20
Melanjutkan komentar Saleh, Bupati Sehan, katanya, sedang berusaha menyahuti aspirasi dan tuntutan masyarakat di daerahnya. Terlihat, dari ekspresi wajahnya yang sangat bersungguh-sungguh. Namun karena ada berbagai birokrasi, pergerakannya untuk memberikan bantuan menjadi terkendala.
“Kelihatannya ada desakan kepada bupati sebagai kepala daerah untuk segera mempercepat pencairan BLT. Tetapi, itu tidak bisa dikerjakan begitu saja. Dia harus mentaati aturan yang ditetapkan oleh kementerian dari Jakarta,” kata Saleh.
Namun demikian, Saleh tidak sepenuhnya membenarkan Bupati Sehan. Menurutnya, Sehan perlu juga diingatkan agar penyampaian aspirasi seperti ini bisa dilakukan dengan cara yang lebih baik. Misalnya, dengan merendahkan intonasi bicara. Nah, disitu akan terlihat semangat kearifannya dalam beraspirasi.
“Saya yakin, bupati dan wali kota lain juga dihadapkan dengan masalah yang sama. Cuma, yang terekam ketika bersuara hanya bupati Boltim. Semoga saja, suaranya ini bisa didengar dan bisa mempercepat proses pencairan bantuan yang dibutuhkan masyarakat,” harapnya.
Baca juga : Tasikmalaya Gempa M4.8, Getaran Terasa Sampai Cianjur dan Garut
Kepada pemerintah pusat, Saleh berharap merespon kritik ini dengan bijaksana. “Kita harus menilai bahwa ada niat dan keinginan baik dari Sehan untuk melayani rakyatnya. Dalam konteks ini, itu perlu diapresiasi. Dan ini bisa jadi bagian dari suara daerah yang perlu didengar oleh pemerintah di pusat,” pungkasnya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.