RM.id Rakyat Merdeka - Sampai pukul 23.00 WIB tadi malam, petasan itu masih gaib. Artinya, polisi belum memberi keterangan tentang apa dan siapa yang menaruh petasan yang meledak saat debat calon presiden itu berlangsung.
Debat presiden berlangsung di Hotel Sultan, Senayan Jakarta. Sedangkan petasan, meledak di taman pembatas jalan dekat Stadion Akuatik, yang berseberangan dengan Parkir Timur (Parkit) Senayan. Jaraknya dengan lokasi debat sekitar 1 kilometer.
Tetapi, ledakan itu muncul dekat dengan spot nonton bareng (nobar) pendukung Jokowi-Maruf yang hanya berjarak sekitar 200 meter. Debat dimulai pukul 20.00 WIB, sementara ledakan terjadi 15 menit kemudian, sekitar pukul 20.15 WIB.
Baca juga : Politisi PAN : Pelayanan Haji Wajib Maksimal
"Kita melakukan pengamanan TKP dan Olah TKP dengan hasil yang kita temui sementara ini berupa ledakan petasan," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Purnomo di Jalan Stadion Senayan, Jakarta, Minggu (17/2) malam.
Gatot memastikan, pihaknya terus melakukan penyelidikan. Termasuk melihat rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi. Hingga jam 11 malam, polisi telah membuka jalan yang tadinya ditutup lantaran sedang dilakukan proses penyelidikan.
Arena debat memang tidak terpengaruh dengan ledakan ini. Tapi, tidak di Parkir Timur Senayan, tempat nobar pendukung Jokowi-Maruf. Ledakan yang nyaring itu, membuat peserta nobar kocar-kacir ketakutan. Ada yang lari ke Stadion Akuatik, ada pula yang lari ke arah JCC.
Baca juga : Isu Kebudayaan Diusulkan Masuk Materi Debat Capres
Seorang saksi, Titi Marhaenih shock berat dan lemas akibat bunyi ledakan itu. Titi berada cukup dekat dengan lokasi ledakan. "Saya sedang berdiri di situ (dekat titik ledakan), lagi pada duduk (dengan pendukung yang lain)," kata dia. Tak ada korban jiwa akibat ledakan petasan yang menimbulkan asap ini.
Menkopolhukam Jenderal (Purn) Wiranto merespon cepat ledakan ini. Dia menduga, ledakan petasan di dekat Parkir Timur Senayan sebagai tindakan usil. "Sudah mendengar (informasi). Ini ada Kapolda, ada Pangdam, sudah jelaskan ke saya. Itu ledakan dari petasan yang besar. Tidak ada korban manusia, korban materi. Mungkin biasa, ada yang usil," kata Wiranto kepada wartawan, Minggu (17/2) malam.
Wiranto menyebut, ledakan ini bukanlah suatu ancaman. "Ancaman dari mana? Nggak," katanya. Dia meminta semua pihak tidak berspekulasi. "Tidak usah berspekulasi, nggak usah mengada-ada, nggak usah ngarang. Sementara penjelasan dari Kapolda yang langsung. Masuk ke wilayah ledakan itu, diidentifikasi ledakan dari mercon besar," pungkasnya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.