Sebelumnya
Juru Bicara PKS Handi Risza menganggap pernyataan Puan itu memojokkan Sumbar. Dia pun mendesak Puan meminta maaf ke masyarakat Sumbar. "Kami meminta Mbak Puan mencabut pernyataannya dan meminta maaf ke seluruh masyarakat Sumatera Barat, khususnya kepada keluarga besar founding father bangsa ini," ucap Handi, dalam keterangannya, kemarin.
Anggota DPD asal Sumbar, Alirman Sori ikut menggoreng pernyataan Puan. Dia mempertanyakan dasar Puan menyatakan hal demikian. "Malah saya balik bertanya, apa dasarnya Puan Maharani menyebut semoga Sumbar menjadi pendukung Pancasila," kata Alirman, kepada wartawan, kemarin.
Baca juga : Nggak Didukung Pelatih, Pacman Sulit Duel Lawan McGregor
Menurut Alirman, Pancasila telah final. Tak perlu lagi ada sikap mempertanyakan Pancasila, apalagi disangkutkan dengan daerah. "Soal Pancasila sudah final, tidak ada perlu ada lagi sikap mempertanyakan terhadap suatu daerah pendukung Pancasila," ujarnya.
Oleh sebab itu, Alirman meminta penjelasan Puan, apa maksud berharap Sumbar menjadi pendukung Pancasila. "Puan mesti jelaskan, apa maksudnya semoga Sumbar menjadi pendukung Pancasila," imbuhnya.
Baca juga : Bos Angkasa Pura I Benahi Bandara Juanda Demi Kenyamanan Pengguna
Melihat omongan Puan banyak digoreng, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mencoba memberikan penjelasan. Dia menerangkan, maksud Puan itu mengingatkan bahwa Pancasila harus dibumikan di seluruh wilayah Indonesia. "Yang dimaksudkan Mbak Puan agar seluruh kader partai mengingatkan bagaimana Pancasila dibumikan. Tidak hanya di Sumbar," kata Hasto. saat konferensi pers secara virtual, kemarin.
Hasto kemudian menceritakan kekaguman Puan dan Mega terhadap Sumbar. Salah satunya mengapresiasi makanan khas Minangkabau, yaitu rendang. "Bagaimana rendang bumbunya itu punya cita rasa yang berkualitas. Nggak heran rendang mendapatkan apresiasi sebagai makanan paling enak di dunia," ucap Hasto, yang berusaha mengalihkan omongan Puan.
Baca juga : Syarief Hasan: Mau Belajar Pancasila? Datanglah ke Pesantren
Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah ikut membela Puan. Wakil Ketua MPR itu menyatakan, pernyataan itu meluncur karena Puan menaruh harapan kepada Mulyadi dan Ali Mukhni, jika memenangi kontestasi nanti, harus membumikan Pancasila dan menjadikannya sebagai ideologi bangsa. "Harus dibaca sesuai konteksnya, yakni pengumuman cakada yang diusung PDIP," kata Basarah. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.