BREAKING NEWS
 

Polemik Pengibaran Bendera NU Dalam Kampanye Sandiaga

Yenny Wahid: Kibarkan Bendera Tak Berarti Dekat Dengan NU

Reporter : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Minggu, 7 April 2019 22:48 WIB
Cawapres 02 Sandiaga Uno, mengibarkan bendera NU saat kampanye di Lumajang, Jawa Timur, Kamis (4/4). (Foto: BPN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Putri Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid ikut mengkritik Sandiaga Uno yang mengibarkan bendera Nahdlatul Ulama (NU) saat berkampanye. Menurut dia, seyogyanya bendera organisasi massa Islam terbesar di Indonesia itu tidak dibawa kampanye. Ini berlaku untuk kedua pasangan capres-cawapres.

“Nggak boleh, siapa pun, semua. Jadi kita semua harus disiplin. Apalagi, yang dilakukan oleh Pak Sandi. Nggak boleh itu dikibar-kibarkan untuk kampanye. Nggak boleh,” tegas Yenny di Surabaya, Minggu (7/4).

Baca juga : Berkenalan Dengan Ormas-ormas Islam Di AS

Yenny menambahkan, membawa atau mengibarkan NU tidak serta merta menunjukkan kedekatan Sandi dengan ormas itu. “Ngibarkan bendera saja tidak cukup untuk menunjukan kedekatan dengan warga NU,” imbuhnya.

Adsense

Untuk membangun kedekatan dengan NU, harus melalui beberapa proses. Itulah yang dilakukan capres nomor urut 01, Joko Widodo alias Jokowi. Jokowi, kata Yenny, membangun kedekatan dengan cara menyalurkan aspiraai warga NU.

Baca juga : Tiga Pemain Asing Tak Ikut Konvoi Kemenangan Persija

“Kedekatan dengan NU itu harus dibangun dengan proses menyalurkan aspirasi warga NU. Nah selama ini yang punya track record catatan sejarah dekat dengan warga NU itu ya Pak Jokowi. Dan yang memang bagian dari NU ya Kiai Ma'ruf Amin,” tandasnya.

Sebelumnya, PBNU juga sudah memprotes aksi Sandi mengibarkan bendera NU. Ketua PBNU Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan Robikin Emhas menyebut, dilarang membawa NU ke panggung politik.

Baca juga : Keteteran Cari Dana Kampanye, Sandi Pontang-panting

“NU bukan partai politik. NU bukan mesin kampanye. Mau anggota NU atau bukan, ketentuan larangan sama,” tegasnya, Minggu (7/4).

Robikin pun mencontohkan, ketika Ma’ruf Amin ditetapkan menjadi cawapres Jokowi, dia langsung mengundurkan diri sebagai Rais 'Aam PBNU. “Dan kita tidak pernah melihat Kiai Ma'ruf Amin bawa bendera NU ketika kampanye. Kiai Ma'ruf Amin orang yang paham aturan dan taat hukum,” bebernya. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense