BREAKING NEWS
 

Supaya Demokrat-Gerindra Adem

Biang Keroknya Bina atau Binasakan

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : UJANG SUNDA
Selasa, 14 Mei 2019 05:36 WIB
Prabowo Subianto (kiri) dan Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
Sekjen Demokrat, Hinca Panjaitan mencoba meredam silat lidah sejumlah kadernya dengan Poyuono. Hinca menyebut sudah tabayyun dengan Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani.

Terkonfirmasi, kalau suara Poyuono bukan suara Gerindra. “Saya cek ke Pak Muzani, suara Poyuono bukan suara Gerindra,” kata Hinca, kemarin.

Hinca merasa tidak terkejut mendengar komentar miring dari Poyuono. Pasalnya, ini bukan kali pertama Poyuono berbicara tentang Demokrat. Bahkan, Prabowo pernah menegur Poyuono tentang sebutan boncel kepada AHY.

Baca juga : Pemilu Bisa Dipecah 4

“Prabowo pun pernah menegur dia karena statement-nya yang tidak pada tempatnya. Waktu itu saat bersama Pak Prabowo dan Pak Muzani disampaikan kalau Poyuono sudah ditegur atas statement-nya ke Partai Demokrat atau SBY,” jelas Hinca.

Menurut Hinca, pernyataan Poyuono kali ini yang mengusir Demokrat dari koalisi Prabowo-Sandiaga juga disebut bukan suara Gerindra.

“Pernah ditegur Prabowo soal statement-nya karena bukan pandangan Gerindra. Kali ini statement-nya, juga disampaikan Pak Muzani, bukan pandangan Gerindra,” tuturnya.

Baca juga : Kader Demokrat Wajib Patuhi Perintah SBY, Jangan Terlibat Kegiatan Inkonstitusional

Pengamat politik dari Universitas Parahiyangan (Unpar) Bandung, Prof Asep Warlan Yusuf berkelakar, jika ingin hubungan Gerindra dengan D­emokrat adem, sebaiknya biang keroknya dibina atau dibinasakan.

Perseteruan ini, merugikan kedua partai. “Dibina apa dibinasakan? Ya kalau dia menjadi duri di dalam daging, ya binasakan, hentikan. Karena ini menjadi pemicu ketidaksukaan di level kader dua partai,” ujar Asep kepada Rakyat Merdeka, Senin (13/5).

Menurut Asep, jika keributan ini tidak diredam hingga KPU mengumumkan hasil Pemilu 2019, maka akan merugikan Koalisi Adil Makmur. Cara efektif meredam ini adalah dengan turun tangannya Prabowo menindak kadernya.

Baca juga : Panas! Akun Nama Petinggi Demokrat dan Gerindra Saling Buka Aib

“Prabowo harus bersikap tegas. Kalau di 01 itu komando terarah, ada Megawati Soekarnoputri di sana. Di 02 ini semrawut, Prabowo tidak begitu sentral. Makanya harus tegas,” pungkasnya. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense