Sebelumnya
“Mereka sudah perusuh. Menciptakan kejahatan. Menyerang petugas,” tegas Tito. Awalnya, petugas hanya bertahan. Tetapi, massa terus menyerang. Akhirnya, Polisi mendorong massa ke Tanah Abang dan Kebon Kacang.
Massa mulai rusuh. Mereka melempari petugas serta membakar ban. Petugas pun melontarkan gas air mata. Pada pukul 04.00 WIB, ada kelompok lain di Petamburan. Mereka menyerang Asrama Polisi di pinggir jalan.
Massa melakukan pembakaran kendaraan yang parkir di Asrama Brimob, Petamburan. Ada 25 mobil terbakar; dua kendaraan dinas dan 23 kendaraan pribadi. Setelah itu, muncul penyerangan di Asrama Polisi di Cideng, Jakarta Pusat.
Baca juga : Siapa Yang Mau Curi Suara, Pak?
Pagi hari kemarin, juga muncul upaya provokasi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Ada massa berjumlah 100 orang yang membakar ban di jalan. Namun bisa dibubarkan. Sebanyak 69 orang yang diduga provokator, diamankan. Yaitu, 58 orang diduga provokator aksi di Bawaslu, dan 11 orang untuk peristiwa di KS Tubun.
Dari perusuh yang diamankan, ditemukan amplop berisi uang sejumlah total Rp 6 juta. “Mereka mengaku ada yang membayar. Sebagian dari pelaku ini memiliki tato,” beber Tito.
Di tempat yang sama, Menko Polhukam Wiranto menyebut, pelaku kerusuhan adalah preman bertato yang dibayar. Mulutnya juga bau alkohol. Bukan bagian dari pendemo yang berunjuk rasa di Bawaslu.
Baca juga : KPK Panggil Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara
“Itu perusuh, bukan pendemo. Yang serang adalah preman bertato yang dibayar,” tegasnya. Wiranto menyebut, ada niat dan skenario menciptakan kekacauan membangun kebencian kepada Pemerintah.
Saat ini, Pemerintah tengah melakukan investigasi soal itu. Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko menyatakan hal serupa. Kata dia, ada upaya sistematis sebuah kelompok yang ingin mengacaukan suasana 22 Mei.
“Ada kelompok tertentu yang ingin mendompleng,” ungkapnya, di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, kemarin. Sejak awal, Pemerintah sudah memprediksi, kelompok ini akan menyerang 3 instansi, yakni kepolisian, militer, dan non-militer. Ini terbukti dalam kerusuhan yang terjadi dua hari kemarin. “Aparat kita sudah siap,” tegasnya.
Baca juga : Pertamina Raih Platinum Award di Ajang PR Indonesia Awards 2019
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan, TNI tak akan membiarkan pihak mana pun membahayakan kedaulatan negara. TNI mendukung penuh Polisi menangani perusuh-perusuh dalam aksi dua hari kemarin.
“Saya ingin menyampaikan, TNI solid mendukung tugas Kepolisian Republik Indonesia,” tegas Panglima. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.