BREAKING NEWS
 

Usulan Bos Bawaslu

Pilkada Serentak 2024 Rawan, Baiknya Ditunda

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : ABDUL SHOMAD
Jumat, 14 Juli 2023 06:45 WIB
Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rahmat Bagja. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rahmat Bagja mengusulkan agar gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 ditunda. Alasannya, Pilkada Serentak rawan masalah.

Bagja mengakui, pemilu tidak akan bisa bebas dari masalah. Hanya saja, dia meyakini potensi masalah besar dan dalam jumlah banyak akan terjadi dalam gelaran Pilkada Serentak pada 27 November 2024.

“Permasalahan pertama yang akan muncul adalah terganggunya tahapan pilkada. Karena, pelaksanaannya beriri­san dengan gelaran Pemilu 2024,” jelas Bagja di Jakarta, kemarin.

Baca juga : Alcaraz Ogah Ditekan Djoker

Dia mengatakan, presiden dan wakil presiden terpilih hasil Pemilu 2024 akan dilantik pada Oktober 2024. Pelantikan tersebut dilaksanakan tepat satu bulan sebelum pilkada.

“Kami khawatir. Tentu dengan menteri dan pejabat yang mungkin berganti,” katanya.

Permasalahan kedua, kata Bagja, po­tensi gangguan keamanan yang tinggi dalam gelaran Pilkada Serentak 2024. Sementara, aparat keamanan tidak bisa diperbantukan ke daerah yang sedang mengalami gangguan keamanan.

Baca juga : Omzet Ratusan UMKM Di Jaktim Melejit

“Kalau Pilkada 2024 sulit, karena set­iap daerah menggelar pemilihan serupa siaga,” ujarnya.

Adsense

Dia mengatakan, gangguan keamanan saat pergantian tampuk kepemimpinan pemerintahan pusat yang mesti diperhati­kan semua pihak. Karena itu, kata Bagja, Bawaslu mengusulkan opsi penundaan Pilkada Serentak 2024. “Karena ini per­tama kali serentak,” kata dia.

Bagja menegaskan, dalam mengidenti­fikasi permasalahan, Bawaslu melakukan upaya pencegahan melalui berbagai bentuk dan jenis strategi. Namun, mem­butuhkan kerja sama lintas instansi, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat luas.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense