Sebelumnya
“Topik pembicaraannya itu ringan-ringan saja, dan Pak Surya itu menyampaikan suasana politik itu dingin-dingin saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, gitu," tandas dia.
Pratikno mengungkap, pertemuan Jokowi dengan Paloh berlangsung 30 menit. Isi pertemuannya sama sekali tidak ada pembahasan koalisi, apalagi bongkar pasang Capres-Cawapres. Bahkan, Pratikno menyatakan, Jokowi mengetahui Imin digosipkan sebagai Cawapres Anies setelah bertemu dengan Paloh.
"Pak Presiden telepon saya, bilang habis baca koran ada berita baru, tapi nggak ada sama sekali (Paloh) cerita tentang itu. Jadi, Pak Presiden tidak tahu menahu tentang itu (koalisi dan duet Anies-Imin). Tahunya ya dari media," jelas Pratikno.
Baca juga : Soal Kesiapan Luhut Jadi Ketum Golkar, Jokowi Nggak Ngurusin Beringin
Paloh juga ikut membantah Jokowi ikut menjodohkan Anies-Imin. "Nggak ada arahan (Jokowi), tapi sampaikan ke teman-teman media," tandas Paloh di NasDem Tower, Jakarta, Kamis (31/8) malam.
Bos Media Group itu mengklaim, pertemuannya dengan Jokowi hanya temu kangen. Menurut Paloh, dirinya sudah lama tak bertemu dengan Jokowi.
"Bermacam-macam soal kita bahas bersama dalam suasana hangat, mungkin karena sudah berapa waktu nggak ketemu ya," imbuh dia.
Baca juga : Dewan Pakar Apresiasi Jokowi Tak Campuri Urusan Internal Golkar
Kendati demikian, dia tak menampik berbicara soal politik dengan Jokowi. Namun, pembicaraannya hanya bersifat umum. "(Bicara) bagaimana suasana, keadaan politik. Bilang kita bersyukur, suasana tenang," akunya.
Sebelumnya, Demokrat menuding ada dalang di balik penentuan duet Anies-Imin. Pasalnya, ada kondisi yang berubah begitu cepat akhir-akhir ini. Menurutnya, ada keterkaitan jika dihubungkan dengan pertemuan antara Paloh dan Jokowi.
"Apa ada mastermind yang tentu kita juga tidak bisa menuduh serta-merta. Tetapi, kalau dihubung-hubungkan, jelas bahwa terindikasi ada yang memang memainkan peran untuk bisa mempersiapkan siapa Capres, siapa Cawapres, dan mungkin saja jangan AHY," tegas Ketua DPP Demokrat, Herman Khaeron, kemarin.
Baca juga : Sukses Kembalikan Kerugian Negara, Jokowi Acungkan Jempol Untuk Kejaksaan
Sementara, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin meminta Demokrat fokus pemenangan Pemilu 2024 daripada mengaitkan Istana dengan isu penjegalan AHY sebagai Cawapres Anies. "Kalau tidak dipilih menjadi Cawapres, jangan Jokowi yang diserang," kata Ngabalin, kemarin.
Ngabalin khawatir, serangan terhadap Jokowi hanya akan mengurangi simpati masyarakat terhadap Demokrat. "Kalau dilakukan begitu terus-menerus, nanti hilang simpati masyarakat, bisa-bisa Demokrat nggak lolos nanti di 2024," ucapnya, mengingatkan.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu 2/9/2023 dengan judul Ketemu Paloh Cuma Ngobrol Biasa, Jokowi Nggak Ikut Jodohkan Anies-Imin
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.