Sebelumnya
National Technology Officer Microsoft Indonesia Panji Wasmana mengungkap, AIsangat berpotensi digunakan untuk tujuan yang tidak baik seperti memunculkan disinformasi selama Pemilu 2024.
“Kita bisa menggunakan teknologi AIuntuk targeted campaign,” ujarnya.
Panji mengatakan, masyarakat harus pintar memilah dan memilih informasi yang mereka terima. Masyarakat juga harus bijaksana dengan tidak langsung mempercayai informasi yang tersebar di media sosial.
Baca juga : Maknai Sumpah Pemuda, OPSHID FKYME Gelar Baksos Sampai Bantu Pembangunan Rumah
“Penggunaan AIini seperti pedang bermata dua. Teknologi ini disebut juga bisa memberantas hoaks yang menyebar di media sosial,” katanya.
Panji menegaskan, berkembangnya teknologi AIjuga perlu diimbangi dengan regulasi yang tepat. Saat ini, di Indonesia belum ada aturan yang jelas mengenai penggunaan dan pemanfaatan AI.
Panji kemudian berkaca dari regulasi yang ketat di Amerika Serikat mengenai AI. Baru-baru ini, Presiden AS Joe Biden telah mengajak perusahaan-perusahaan teknologi pengembang AIuntuk menekan White House Voluntary AICommitments.
Baca juga : DPR Ingatkan TNI Untuk Jaga Netralitas Di Pemilu
“Mereka mengundang beberapa big player seperti kami, Microsoft, dan industri lain yang memang berkecimpung dalam pengembangan AI. Dan kita berkomitmen bahwa semua teknologi AIharus bersifat safe, secure dan trustworthy,” tuturnya.
Panji menambahkan, keberadaan regulasi penting untuk memastikan bahwa teknologi AIberjalan di koridor yang tepat.
“Kalau kita nggak regulated dan tidak memiliki framework untuk memastikan bahwa AI yang dikembangkan itu secure, maka akan jadi bencana,” katanya.
Baca juga : Komitmen Erick Thohir Untuk Kesejahteraan Rakyat Tak Perlu Diragukan
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu 21/10/2023 dengan judul Digunakan Untuk Konten Black Campaign, AI Bisa Bikin Pemilu Ribut
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.