BREAKING NEWS
 

Aufar Satria dan Novi Andriyanto

Program Ekonomi Hijau Capres-Cawapres 2024, Make or Break Masa Depan Indonesia

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Sabtu, 4 November 2023 11:38 WIB
Ilustrasi pemasangan baterai pada mesin kendaraan listrik. (Foto: Getty Images via Bloomberg)

 Sebelumnya 
Pengembangan industri hijau dapat menjadi sumber pertumbuhan bagi perekonomian Indonesia, melalui penciptaan lapangan pekerjaan baru (green jobs) dan peningkatan ekspor produk hijau (green products). Terlebih lagi, kapabilitas yang didapatkan dari pengembangan industri hijau bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan industri lainnya.

Sebagai contoh, pengetahuan, keahlian, dan teknologi yang didapat dari pengembangan industri manufaktur baterai dapat digunakan untuk membangun industri produk elektronik lainnya.

Akumulasi berbagai kapabilitas industri baru berbasis teknologi dan sumber daya manusia juga dapat membantu Indonesia melepaskan ketergantungannya terhadap produk hulu sumber daya alam.

Jika dilihat dari visi dan misi mereka, para capres dan cawapres mencantumkan pertumbuhan hijau dalam kerangka program kerja yang akan dilaksanakan. Namun, perlu diingat, tantangan selanjutnya adalah mengubah paradigma ekonomi hijau dari sekadar janji manis. Serta mengoperasionalkannya menjadi strategi industrialisasi yang konkret dan berkelanjutan.

Baca juga : Suara Semangat Muda: Mari Kolaborasi Ekonomi Hijau Untuk Indonesia

Ada beberapa tahapan yang bisa menjadi pertimbangan para capres dan cawapres dalam mengembangkan strategi industrialisasi hijau. Hal pertama yang dapat dilakukan adalah memprioritaskan kapabilitas teknologi, jasa, atau produk “hijau” yang ingin dikembangkan.

Ini bisa dimulai dengan memetakan kapabilitas industri Indonesia saat ini. Termasuk, sumber daya alam dan manusia yang dapat mendukung pengembangan industri “hijau.”

Dalam konteks ini, yang perlu dipertimbangkan adalah nilai tambah pengembangan kapabilitas tersebut terhadap perekonomian Indonesia. Atau dengan kata lain, sejauh mana pengembangan kapabilitas tersebut dapat menjadi katalis bagi Indonesia, untuk melakukan diversifikasi ke industri lainnya.

Tahun 2023, Growth Lab Harvard University mengidentifikasi beberapa sektor prioritas dalam rantai suplai ekonomi hijau di Indonesia, yang relatif lebih mudah untuk dikembangkan dan memberikan nilai tambah yang tinggi. Hasil analisisnya menyebutkan, manufaktur baterai, carbon capture, komponen transmisi dan distribusi listrik, magnet neodymium, and semikonduktor adalah sektor yang harus diprioritaskan.

Baca juga : Sultan Najamudin: Komposisi Capres-Cawapres 2024 Sangat Jawasentris

Tahapan selanjutnya adalah menyiapkan langkah strategis untuk mengakusisi dan mengakumulasi kapabilitas, tenaga kerja, dan aset yang dibutuhkan untuk mengembangkan industri prioritas tersebut.

Kebijakan publik yang tidak mengakomodir akumulasi kapabilitas produksi, dapat menjadi penghambat berkembangnya sebuah industri. Memastikan transfer knowledge dari negara lain, pengembangan jejaring diaspora, perluasan program riset, serta joint venture dengan perusahaan asing adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan, untuk memastikan proses akumulasi kapabiltas.

Dengan besarnya potensi yang bisa diambil, dekarbonisasi tidak selalu berseberangan dengan pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, ekonomi hijau justru dapat menjadi sumber pertumbuhan yang potensial dan penggerak pembangunan.

Siapa pun presiden dan wakil presiden terpilih dalam Pemilu 2024, harus dapat merancang inisiatif konkret dalam merealisasikan konsep green growth, dan memberikan dukungan kebijakan yang maksimal terhadap ekonomi hijau. Mengingat masa depan kemajuan Indonesia ditentukan dalam beberapa tahun ke depan, memprioritaskan ekonomi hijau adalah suatu keniscayaan.

Baca juga : Soal Batas Usia Capres-Cawapres, BEM SI Minta MK Jaga Independensi

Penulis adalah Mahasiswa Harvard Kennedy School, Harvard University, AS

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense