BREAKING NEWS
 

Hadapi Pemilu, Jokowi Ajak Bersuka Cita

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : SISWANTO
Kamis, 9 November 2023 08:07 WIB
Presiden Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Rakornas Penyelenggara Pemilu di Jakarta, Rabu (8/11/2023). (Foto: Twitter Jokowi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi punya harapan khusus dan serius terkait makin dekatnya pelaksanaan Pemilu 2024. Jokowi mau, pemilu disambut dengan suka cita, bukan kekhawatiran dan keresahan.

Seruan itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penyelenggara Pemilu di Jakarta, Rabu (8/11/2023). Turut hadir dalam acara ini, Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Ketua DKPP Heddy Lugito, Ketua KPU Hasyim Asy’ari, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja, dan Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Dalam sambutannya, Jokowi mengajak peserta Pemilu tidak membuat risau masyarakat, tapi mengajak selayaknya sedang berpesta. Karena pada dasarnya, pemilu itu adalah pesta rakyat.

"Harusnya dalam berpesta itu rakyat suka cita, bukan kekhawatiran, bukan keresahan, bukan kerisauan yang hadir, tetapi kegembiraan dan suka cita," kata Jokowi.

Jokowi juga berharap Pemilu kali ini harus lebih baik dibandingkan sebelumnya. Caranya dengan mengedepankan gagasan agar demokrasi di Indonesia menjadi lebih baik.

Baca juga : Golkar Banten Berharap Berkah Prabowo-Gibran

"Segala upaya harus kita lakukan bersama-sama, dengan harapan besar Pemilu ini dapat benar-benar menjadi ajang konsolidasi yang menghasilkan gagasan-gagasan yang menghasilkan ide-ide gagasan taktis," lanjutnya.

Dia pun meminta penyelenggara Pemilu mempersiapkan pesta demokrasi lima tahunan ini, dengan baik. "Ide taktis, solusi-solusi yang baik untuk kemajuan bangsa dan negara kita," ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Lebih lanjut, Jokowi mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba mengintervensi jalannya Pemilu 2024. "Jangan ada yang mencoba-coba mengintervensi, karena jelas sangat sangat sulit," pesan Kepala Negara.

Adsense

Pasalnya, ditegaskan Jokowi, iklim demokrasi di Indonesia semakin berkualitas. Sehingga masyarakat semakin bijak dalam menentukan pilihannya pada Pemilu 2024. "Saya yakin dan percaya, demokrasi di Indonesia sudah semakin berkualitas, masyarakat juga semakin bijak dalam memilih," terang dia.

Sebelumnya, Presiden telah mengingatkan pentingnya menjaga situasi yang aman dan damai jelang Pilpres 2024. Kepala Negara mengajak semua pihak menjadikan Pilpres 2024 sebagai ajang adu ide, bukan sekadar adu rasa.

Baca juga : Partai Garuda: Kasihan Presiden Jokowi, Bersikap Netral Pun Tetap Disalahkan

Pasalnya, belakangan ini, Jokowi melihat suasana Pilpres terlalu banyak dramanya. "Mestinya kan pertarungan gagasan, pertarungan ide, bukan pertarungan perasaan," jelas Jokowi, saat memberikan sambutan di perayaan HUT ke-59 Partai Golkar, di DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (6/11/2023) malam.

Ia pun mengingatkan, agar para peserta Pemilu menjaga kerukunan. Kalau menang jangan jumawa, kalau kalah jangan murka. "Setelah berkompetisi bersatu kembali, rukun bersama. Ini pertandingan antar keluarga, antar anak-anak bangsa yang ingin membangun negara kita Indonesia," ucap Kepala Negara.

Politisi Gerindra, Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan dukungannya terhadap seruan Jokowi agar Pemilu 2024 disambut dengan suka cita. "Sepakat. Memang komitmen Pak Prabowo adalah menghadirkan kegembiraan dan persatuan," cetus Dahnil saat dihubungi Rakyat Merdeka, Rabu (8/11/2023).

Hal senada juga disampaikan politisi PDIP Hendrawan Supratikno. Menurutnya, pemilu merupakan ekspresi kebebasan memilih. "Ini terjadi apabila asas luber-jurdil dapat dijaga dengan standar etika dan integritas yang tinggi," imbuh politisi senior PDIP, Hendrawan Supratikno.

Ketua DPP PKS Ahmad Mabrurin berpendapat, rakyat tentunya gembira dengan adanya pesta demokrasi. Karena akan ada pergantian kekuasaan.

Baca juga : Ditinggalkan Jokowi Dan Keluarga, Banteng Terluka Dalam

"Namun, ada elit kekuasaan yang coba merampas hak demokrasi dengan berbagai cara. Jadi rakyat sedih. Kok ada orang yang takut kekuasaannya jatuh ke orang yang tidak dikehendakinya," tandas Mabruri.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Airlangga, Prof Kacung Marijan menilai adanya pesan tersirat yang disampaikan Jokowi saat menghadiri Rakornas Penyelenggara Pemilu. "Presiden melihat Pemilu ke depan ada potensi adanya ketegangan. Nah, untuk meminimalisir, dia berharap kontestasi dilakukan secara lebih rileks antar-satu dan yang lain," pungkas Prof Kacung.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense