RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari berpesan pentingnya istighfar saat memberi sambutan di panggung Debat Capres terakhir, JCC Senayan, Jakarta, Minggu (4/2).
Pesan itu, ia sadur dari jawaban gurunya ketika ditanyakan tentang boleh atau tidaknya kekuasaan direbut. Menurut gurunya, merebut kekuasaan diperbolehkan, akan tetapi harus dimulai dengan meminta ampun kepada Allah terlebih dahulu.
"Kalau boleh, apakah ada dalilnya?" tany Hasyim ke gurunya saat membuka Debat Capres terakhir, di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (4/2).
Baca juga : Ganjar Apresiasi Dukungan Ahok: Mari Berjuang Demi Demokrasi Indonesia
Menjawab Hasyim, gurunya menyebutkan dalil yang membolehkan kekuasaan direbut. Yakni dalam Al-Quran, surah Shad ayat 35. Ayat tersebut mengisahkan doa Nabi Sulaiman ketika meminta kepada Allah diberikan kekuasaan.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قَا لَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَهَبْ لِيْ مُلْكًا لَّا يَنْۢبَغِيْ لِاَ حَدٍ مِّنْۢ بَعْدِيْ ۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّا بُ
Baca juga : Petani Sawit Rakyat Dukung Ganjar-Mahfud, Ini Alasannya
Qoola robbighfir lii wa hab lii mulkal laa yambaghii li-ahadim mim ba'dii, innaka angtal-wahhaab
"Dia berkata, Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi."
Ketua KPU ini menilai, pesan inti dari ayat tersebut adalah pentingnya memohon ampun kepada Allah atau istighfar sebelum memimpin.
Baca juga : TPN: Kuasai Isu Sosial Hingga SDM, Ganjar Siap Hadapi Debat Terakhir
"Supaya dalam memimpin dimulai dengan hati yang bersih, niat yang ikhlas dan tulus hanya dalam rangka mencari ridho dan rahmat dari Allah SWT," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.