BREAKING NEWS
 

Benny Ramdhani Bantah Arahkan TKI Dukung Salah Satu Capres

Reporter : ROMDONY SETIAWAN
Editor : APRIANTO
Selasa, 13 Februari 2024 08:00 WIB
Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia BP2MI Benny Rhamdani. (Foto: Dok. BP2MI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani membantah mengarahkan pekerja migran Indonesia atau TKI, untuk mendukung salah satu capres. Benny menegaskan, dia selalu menjalankan tugas dengan baik, serta berpegang teguh pada aturan dan perintah undang-undang. Lagi pula kata dia, para pekerja migran sudah cerdas. Sudah bisa memilih calon pemimpinnya tanpa harus diarahkan.

Tudingan Benny melakukan abuse of power muncul akhir pekan lalu, atau setelah beredarnya video viral tentang hasil exit poll Pilpres 2024 di luar negeri, yang dimenangkan salah satu pasangan Capres-Cawapres.

Seperti diketahui, WNI di sejumlah negara ada yang sudah melakukan pemungutan suara pada 10 Februari 2024. Beberapa di antaranya, negara-negara di Timur Tengah, Amerika Serikat, dan Australia.

Menanggapi video viral tersebut, pengamat politik dari Universitas Nasional, R Wijaya Mapasomba menuding, Benny Rhamdani menggunakan pengaruhnya sebagai Kepala BP2MI untuk memenangkan salah satu capres di luar negeri.

Baca juga : Tjandra Yoga Aditama: Jangan Sampai Memaksakan Diri

Benny pun membantah tudingan tersebut. Dia mengaku kaget sekaligus heran, kenapa hasil exit poll Pilpres yang beredar viral di media sosial dikaitkan dengan dirinya.

“Terus terang, saya kaget dan heran. Kenapa Ganjar-Mahfud yang menang di luar negeri kok Benny Rhamdani yang disalahkan. Kok saya dituduh melakukan penyalahgunaan kekuasaan,” kata Benny di Jakarta, Senin, (12/2/2024).

Soal exit poll yang beredar luas di media sosial, Benny mengaku, dirinya tidak tahu menahu. Kata dia, tugasnya selama ini adalah mengurus para pekerja migran, dan menjalankan tugas tersebut, sesuai amanat undang-undang.

Adsense

“Insya Allah, saya menjalankan tugas tersebut dengan baik. Saya siap mepertanggungjawabkan,” tegas Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura ini.

Baca juga : Masdalina Pane: Petugas KPPS Perlu Istirahat Bergantian

Benny mengakui, saat ini ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, dan mempunyai tugas untuk memenangkan Paslon nomor urut 3 itu. Namun, dia menegaskan, tak pernah menggunakan jabatannya, atau fasilitas negara untuk memenangkan Ganjar-Mahfud.

“Insya Allah selama saya melakukan kerja-kerja, berkomunikasi, bertemu dengan simpul-simpul PMI di luar negeri, tidak pernah menggunakan anggaran negara. Silakan dicek, diaudit, apakah ada uang negara yang saya gunakan untuk melakukan kampanye di luar negeri,” cetus dia.

Lebih lanjut, Benny mengaku, dirinya sempat datang beberapa kali ke luar negeri, untuk memenangkan Ganjar-Mahfud. Namun, dia memastikan, tidak menggunakan anggaran dinas BP2MI.

“Dalam konteks pemenangan Ganjar-Mahfud, bisa dilacak, oleh alat canggih apapun, saya tidak menggunakan anggaran dinas maupun BP2MI,” tambahnya.

Baca juga : Anies Dinasihati Soal Kesehatan Dan Agama

Ia juga menepis tuduhan menggunakan pengaruhnya untuk mengarahkan pekerja migran untuk mencoblos Ganjar-Mahfud. Menurut dia para pekerja migran sudah cerdas, sudah bisa menentukan pilihan politik, sehingga tidak perlu diarahkan.

Terpisah, Ketua KPU Hasyim Asy’ari menegaskan, pengumuman penghitungan suara atau exit poll Pemilu 2024 hanya boleh disampaikan setelah pencoblosan di Indonesia bagian barat selesai.

“Pengumuman hasil hitung suara (quick count atau exit poll) hanya boleh diumumkan setelah pemungutan suara Dalam Negeri (WIB) telah selesai. Perhitungan surat suara Pemilu 2024 di luar negeri, dilakukan bersamaan dengan perhitungan yang digelar di Indonesia,” ujarnya. 

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 13 Februari 2024 dengan judul Benny Ramdhani Bantah Arahkan TKI Dukung Salah Satu Capres

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense