RM.id Rakyat Merdeka - Partai Golkar Provinsi Jawa Barat (Jabar) me-warning seluruh kadernya yang berniat maju di Pilkada 2024. Mereka tidak akan mulus dapat restu, bila tidak mampu membantu memenangkan partai di Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 nanti.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Jabar, Ace Hasan Syadzily menyatakan, pihaknya mulai menginventarisir siapa saja kader yang bakal menjadi kandidat di Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2024 se-Jabar. Namun, tegas dia, langkah mereka untuk mendapatkan rekomendasi Partai Golkat tak akan mulus, bila tidak mampu memenangkan partai di Pileg dan Pilpres mendatang.
“Para kandidat itu akan kami nilai kinerjanya, salah satunya sejauh mana upaya mereka dalam membantu pemenangan Pileg dan Pilpres. Mereka belum tentu mendapat restu partai, sebelum kami lihat keseriusan dan komitmennya dalam pemenangan Golkar di Pemilu mendatang,” ujar Kang Ace, sapaan Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, kemarin.
Baca juga : Golkar Gembleng Kader Lakukan Kerja Terukur
Lebih lanjut, ia menegaskan, peringatan itu juga berlaku terhadap para kandidat yang berstatus petahana. Menurutnya, jika petahana tidak bisa memaksimalkan raihan suara di Pilpres dan Pileg 2024, pihaknya akan berpikir ulang untuk memberikan restu begi mereka di Pilkada mendatang.
“Bisa saja, mereka ini tidak diusung lagi di Pilkada 2024. Sebab, kami akan menjadikan Pileg dan Pilpres sebagai test the water, atau salah satu alat ukur dalam melihat kinerja dan kontribusi mereka kepada partai,” cetus dia.
Kang Ace menambahkan, Partai Golkar menargetkan kemenangan 60 persen di Pilkada tingkat Kabupaten dan Kota se-Jabar. Karenanya, lanjut dia, seluruh kader dan fungsionaris Partai Beringin harus terlebih dahulu memenangkan kontestasi Pileg 2024 mendatang.
Baca juga : Srikandi Ganjar Jawa Barat Gelar Painting Tote Bag Untuk Mengasah Kreativitas Perempuan
Terpisah, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat (KBB), Dadan Supardan menegaskan, pihaknya siap memenangkan partai di Pileg dan Pilpres mendatang. Sebab, Golkar KKB telah bertekad untuk bisa ikut meramaikan Pilkada mendatang.
“Berdasarkan daftar nama yang masuk ke Partai Golkar KBB, sedikitnya ada tujuh nama yang dianggap layak untuk maju di Pilkada mendatang. Para kandidat itu, berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari politisi, birokrat, akademisi, anggota DPRD hingga Kepala Kementerian Agama,” ujar dia.
Lebih lanjut, Dadan mengungkapkan, ketujuh nama tersebut adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jabar dari Fraksi Golkar, Edi Rusyandi. Kemudian, Kepala Dinas PUTR KBB, Rahmat Adang Syafaat, Kepala Kemenag KBB Asep Ismail, serta mantan Wakil Bupati KBB Ernawan Natasaputra.
Baca juga : Elektabilitas Turun, Golkar Masih Canggung Deklarasi Capres 2024
“Selain itu, ada nama Ketua DPD Golkar KBB Dadan Supardan, Dosen sekaligus penggagas Majelis Perempuan Berdzikir Erni Rusyani; serta Bupati KBB saat ini Hengky Kurniawan,” jelasnya.
Disinggung soal masuknya nama Hengky Kurniawan yang notabenenya merupakan kader partai lain, ia menyebut, aspirasi dari mana pun harus ditampung. Terlebih, tambah dia, pihaknya memiliki hubungan yang baik dengan Bupati Bandung Barat tersebut.
“Persoalan nanti figur siapa yang akan muncul, semua diserahkan kepada mekanisme di partai. Nggak ada masalah muncul nama Pak Hengky, itu kan aspirasi. Meski belum berkomunikasi secara spesifik membahas itu (Pilkada), tapi hubungan kami baik,” tandasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.