RM.id Rakyat Merdeka - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyerahkan rekomendasi kepada Danny Pomanto untuk maju di Pilgub Sulawesi Selatan (Sulsel). Rekomendasi ini sekaligus menggagalkan wacana kotak kosong di Sulsel.
Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulsel, Muh Haekal menjelaskan, Danny Pomanto akan berduet dengan Azhar Arsyad.
“Silakan manfaatkan rekomendasi ini untuk menjaga amanah rakyat,” kata Haekal, Kamis (1/8/2024).
Danny-Azhar kompak menerima langsung surat rekomendasi itu dari Ketua Desk Pilkada PKB Abdul Halim Iskandar di Kantor DPP PKB Jakarta, Kamis (1/8/2024).
Danny Pomanto merupakan Wali Kota Makassar dua periode.Sedangkan Azhar Arsyad adalah Ketua PKB Sulsel. Azhar rencananya akan maju di pemilihan wali kota, namun dibatalkan dan memilih maju di Pilgub Sulsel sebagai calon wakil gubernur.
Baca juga : Kominfo Batasi Transfer Pulsa
Dengan rekomendasi PKB, Danny telah menggenapkan koalisi bersama PDIP dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). PKB memiliki 8 kursi, PPP 8 kursi dan PDIP 6 kursi. Sebelumnya juga, Hanura yang memiliki 1 kursi sempat menyerahkan rekomendasi.
Secara akumulatif, Danny telah mengantongi 23 kursi. Yaitu, memenuhi syarat pencalonan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur sebesar 20 persen atau minimal 17 kursi dari 85 kursi di DPRD Sulsel. Artinya, wacana kotak kosong bakal gagal di Pilgub Sulsel.
Sementara, pasangan Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi telah diusung DPW NasDem Sulsel yang memiliki 17 kursi. Juga, Partai Demokrat dengan jumlah 7 kursi. Terbaru, PSI juga telah menyerahkan dukungan. Hanya saja Gerindra, PKS dan Golkar masih proses.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengklaim, paket dirinya denganAzhar telah disetujui oleh PDIP dan PPP. “Sudah pernah ketemu semua,” ujarnya.
Danny mengatakan, dalam waktu dekat segera menggelar konsolidasi dengan tiga calon partai pengusung. Sementara, deklarasi kemungkinan akan digelar setelah resmi mendapat SK usungan B.1-KWK dari parpol-parpol tersebut.
Baca juga : Barisan KIM Plus, Bagian Strategi Pilkada Di 2024
“Kita bicarakan dulu hal-hal lebih teknis lagi tentang persiapan semuanya, insya Allah sebelum pendaftaran. Konsolidasi dulu kita lakukan,” terangnya.
Danny mengaku tetap membuka peluang untuk partai politik lainnya untuk bergabung. Dia mengajak partai lain berada di barisannya untuk menegakkan demokrasi di Sulsel. Dia mengatakan, ingin bersama-sama menyusun kekuatan untuk menegakkan demokrasi di Sulsel.
“Tetap terbuka, syukurlah sudah cukup, tapi kalau ada partai-partai lain yang loyal terhadap aspirasi masyarakat, loyal terhadap demokrasi, masih terbuka,” ujarnya.
Menurut Danny, koalisi calon pengusungnya di Pilgub Sulsel juga akan linear di pemilihan wali kota (Pilwalkot) Makassar. Dia mengatakan, PPP, PDIP, dan PKB juga akan berkoalisi di Pilwalkot Makassar mengusung istrinya, Indira Jusuf Ismail.
“PPP sudah deal, termasuk juga soal Makassar. Tiga partai koalisi sudah setuju. (Di pilgub dan Pilwalkot Makassar) iya sudah deal,” ujar Danny.
Baca juga : Semoga Masyarakat Bebas Dari Jebakan Zat Adiktif
Sebelumnya, Ketua PKB Makassar, Fauzi A Wawo mengatakan, aroma kotak kosong semakin kencang di Pilgub Sulsel. Kata dia, figur tertentu seakan menutup pintu bagi kandidat lain untuk ikut berkonsentasi.
Padahal, kata Fauzi,ada banyakfigur di Sulsel yang ingin maju. Di sisi lain, kata dia, ada upaya untuk memborong semua partai agar hanya satu paslon yang bisa maju di Pilgub Sulsel.
“Persoalan Pilgub ini lebih kepada kami mau menjaga bahwa tidak bisa ini kotak kosong karenakondisi Sulsel beda dengan daerah lainya,” kata Fauzi, Rabu (31/7/2024).
“Misalnya di Maros, kalau di maros kotak kosong Chaidir itu tingkat penerimaannya luarbiasa,surveinya bagus,” sambung Fauzi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.