BREAKING NEWS
 

Ngambek Di Koalisi Cirebon Guyub

PKS Tinggalkan PDIP, Demokrat Dan PPP

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : ERWIN TAMSAL
Rabu, 21 Agustus 2024 07:20 WIB
Ketua DPD PKS Kota Cirebon, Karso. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) putar haluan dan memilih bergabung ke dalam Koalisi Maju Bersama  (KMB) yang dibangun Partai NasDem, Partai Gerindra, PSI dan Partai Hanura di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Cirebon, Jawa Barat (Jabar) 2024.

PKS memutuskan meninggalkan Koalisi Cirebon Guyub (KCG) karena tidak kunjung menetapkan pasangan calon (paslon) dalam Pilwalkot Cirebon 2024. Padahal, koalisi yang digawangi PDIP, Partai Demokrat dan PPP, ditambah PKS sudah bisa mengusung pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon.

Secara rinci, modal KCG berjumlah 8 dari 35 kursi di DPRD Kota Cirebon. PDIP 4 kursi, Demokrat 3 kursi dan PPP 1 kursi. Ditambah PKS 4 kursi. Tapi, karena tak kunjung diputuskan bakal calon wakil wali kota, PKS memutuskan hengkang dari KCG.

Di dalam koalisi baru itu, PKS itu bakal mengusung pasangan calon Wali Kota (Cawalkot) dan Calon Wakil Wali Kota (Cawawalkot) Cirebon, Eti Herawati-Suhendrik. Koalisi yang berang­gotakan 5 partai ini mempunyai modal 15 kursi. Sehingga bisa mengusung paslon sendiri.

Ketua DPD PKS Kota Cirebon, Karso mengatakan, partainya telah resmi bergabung ke KMB sejak 17 Agustus 2024. Bahkan, partainya telah melakukan pertemuan dengan partai yang digawangi Partai Gerindra dan NasDem tersebut.

Baca juga : Komisi X Telusuri Distribusi 20 Persen Dana Pendidikan

“KMB merupakan koalisi yang paling siap untuk menghadapi Pilwalkot Cirebon 2024,” puji Karso dalam keterangan­nya, Selasa (20/8/2024).

Buktinya, kata Karso, pasangan cawalkot dan cawawalkot telah disiapkan oleh koalisi ini, yakni Eti Herawati-Suhendrik. Walaupun memang, kata dia, ada gonjang-ganjing yang menye­butkan Suhendrik belum menda­pat rekomendasi dari Partai Gerindra.

“Gak masalah. Tapi, memang kehadiran PKS di KMB disambut baik partai-partai yang telah tergabung dalam koalisi terse­but,” katanya.

Adsense

Karso menceritakan alasan di balik keputusan meninggalkan Koalisi Cirebon Guyub yang digalang PDIP. Dia mengenang, tiga bulan lalu sejumlah parpol yang tergabung dalam koalisi itu telah membahas figur yang bakal diusung untuk Pilwalkot Cirebon 2024.

Saat itu, kata dia, sempat ada beberapa nama yang diusulkan. Salah satunya, Penjabat (Pj) Wali Kota Cirebon, Agus Mulyadi. Namun, rencana itu buyar setelah Agus Mulyadi menyatakan tidak akan maju dalam Pilwalkot Cirebon. “Akhirnya kita sepa­kat mengambil yang ada untuk maju,” ucap dia.

Baca juga : APBN Lindungi Daya Beli Dan Stabilitas Ekonomi

Setelah itu, kata Karso, para pengurus partai di Koalisi Cirebon Guyub mulai membahas beberapa nama dari masing-masingpartai yang akan diusung di Pilwalkot Cirebon 2024. Antara lain, Fitria Pamungkaswati dari PDIP, Handarujati Kalamullah dari Demokrat dan Azrul dari PKS.

“Ada enam opsi pasangan. Di antaranya Azrul-Fitria, Fitria-Azrul, Azrul-Andru, Andru-Azrul, Andru-Fitria dan seterusnya,” sebut Karso

Kemudian, lanjut dia, Koalisi Cirebon Guyub mengerucutkan kepada dua nama. Yakni, Fitria Pamungkaswati dari PDIP dan Handarujati kalamullah dari Demokrat. Namun, dari dua nama itu, koalisi tetap belum menentukan figur yang akan diusung menjadi cawalkot dan cawawalkot.

Karso mengatakan, hingga be­berapa pekan setelah batas wak­tu yang ditentukan oleh PKS, Koalisi Cirebon Guyub belum juga menentukan paslon yang akan diusung untuk Pilwalkot Cirebon 2024.

“Atas dasar itu, kami akhirnya memutuskan hengkang dari Koalisi Cirebon Guyub dan memi­lih bergabung dengan Koalisi Maju Bersama,” jelas Karso.

Baca juga : Inovasi SIG Bakal Jadi Role Model Konstruksi

Bagaimana tanggapan PDIP? Sekretaris DPC PDIP Kota Cirebon, Imam Yahya meng­hormati keputusan yang di­ambil oleh PKS yang memi­lih bergabung ke Koalisi Maju Bersama di Pilwalkot Cirebon.

“Memang hingga saat ini Koalisi Cirebon Guyub be­lum memutuskan soal paslon yang akan diusung di Pilwalkot Cirebon 2024,” ucap Imam dalam keterangannya, Selasa (20/8/2024).

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 21 Agustus 2024 dengan judul Ngambek Di Koalisi Cirebon Guyub, PKS Tinggalkan PDIP, Demokrat Dan PPP

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense