RM.id Rakyat Merdeka - Peneliti Puspoll Indonesia Luqmanul Hakim menilai langkah PKS yang bakal menduetkan jagoannya, Atang Trisnanto dengan tokoh perempuan, bisa jadi terobosan yang tepat untuk memenangkan Pilkada Kota Bogor.
Apalagi pihaknya mencatat, pemilih ibu rumah tangga di Kota Bogor ini terbilang dominan, lebih dari 37 persen. Luqman menuturkan, PKS memang merupakan satu-satunya partai yang bisa mengusung calon sendiri dalam Pilkada Kota Bogor ini.
Dengan 11 kursi di DPRD Kota Bogor, PKS merekomendasikan Ketua DPC PKS yang juga Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto sebagai bakal calon Wali Kota, tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.
"Jadi itu salah satu modal yang luar biasa. Cuma problemnya, ada di figur Pak Atang. Walaupun dia juga sebagai Ketua DPRD Kota Bogor, ternyata elektabilitasnya masih belum terlalu tinggi," kata Luqman kepada RM.id, Rabu (21/8/2024).
Baca juga : PKS Bakal Duetkan Atang-Rena Di Pilwalkot Bogor?
Dengan rencana PKS memprioritaskan tokoh perempuan sebagai pendamping Atang Trisnanto di Pilkada Kota Bogor, menurutnya, bisa jadi merupakan strategi yang bagus untuk pemenangan Pilkada.
Apalagi, pihaknya mencatat tingkat pemilih perempuan di Kota Bogor ini sangat dominan. Makanya, dia tidak heran jika sejumlah tokoh-tokoh perempuan seperti Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) non aktif Rena Da Frina, dan Anida Alivia memiliki elektabilitas cukup tinggi di kalangan masyarakat Bogor.
Puspoll Indonesia, kata dia, baru-baru ini melakukan survei Preverensi Politik Masyarakat Menjelang Pilkada Serentak Kota Bogor Tahun 2024. Pengumpulan data dilaksanakan dari 28 Juli - 3 Agustus 2024 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur, dengan jumlah sampel sebanyak 440 responden, margin of error +/-4,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasilnya, jika Pilkada dilakukan hari ini, sekitar 22,3 persen menyatakan memilih Rena Da Frina, yang sekaligus menempatkannya di peringkat tiga. Sementara diatasnya masing-masing Dedie Abdu Rachim 25,5 persen, dan dr. Raendra Rayendra 23,9 persen.
Baca juga : Rena Da Frina Bisa Jadi Kuda Hitam Di Pilwalkot Bogor
Adapun Atang Trisnanto sebesar 18,6 persen, dan menyatakan tidak tahu/tidak jawab 9,6 persen. Survei ini jika simulasi dilakukan terhadap 4 calon.
Sementara jika ditanyakan siapa wakil walikota Bogor yang akan dipilih, Rena Da Frina di peringkat dua dengan elektabilitas 14,2 persen.
Di peringkat pertama ada Sendi Ferdiansyah dengan 15,1 persen. Berikutnya di bawah Rena, ada Rusli Prihatevy dengan 11,7 persen, Anida Alivia 9,7 persen, dan Jenal Muttaqin 6 persen. Puspoll Indonesia juga melakukan simulasi terhadap calon.
Hasilnya, Dedie Abdu Rachim-Rena Da Frina 30,4 persen, Raendi Rayendra-Aji Jaya Bintara 24,8 persen, Atang Trisnanto-Anida Alivia 18,9 persen, Jenal Muttaqin-Rusli Prihatevy 15,5 persen dan tidak tahu/tidak menjawab 10,5 persen.
Baca juga : OJK Bentuk Ekosistem Ponpes Inklusi Keuangan Syariah Di Jawa Tengah
Simulasi lainnya, Dedie Rachim-Rusli 29,4 persen, Rayendra-Rena 27,8 persen, Atang-Anida 19,1 persen, Jenal-Sendi 15,3 persen dan tidak tahu/tidak jawab 8,5 persen. Sementara jika Dedie-Rusli 29,1 persen, Rayendra-Dadang Iskandar 24,2 persen, Rena-Sendi 23,8 persen, Atang-Anida 15,5 persen, dan tidak tahu/tidak jawab 7,5 persen.
"Itukah kenapa kemarin nama-nama seperti Ibu Rena, Anida, cukup tinggi tingkat eletabilitasnya, baik wali kota maupun sebagai wakil. Jadi itu bisa jadi pendongrak suara dari Pak Atang," ujarnya.
Karena itu, dia menilai, langkah PKS untuk menggandeng tokoh perempuan merupakan strategi yang bagus untuk menghadapi Pilkada Kota Bogor ini. Terlebih secara demografi di Kota Bogor ini, pemilih ibu rumah tangga masih mendominasi, lebih dari 37 persen.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.