Dark/Light Mode

Gandeng Pemda Dan Industri Jasa Keuangan

OJK Bentuk Ekosistem Ponpes Inklusi Keuangan Syariah Di Jawa Tengah

Selasa, 13 Agustus 2024 16:28 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dalam acara peluncuran EPIKS di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Senin (22/8/2024). (Foto: Humas OJK)
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dalam acara peluncuran EPIKS di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Senin (22/8/2024). (Foto: Humas OJK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Daerah dan Industri Jasa Keuangan membentuk Ekosistem Pondok Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS) untuk terus mendorong peningkatan literasi, inklusi dan digitalisasi keuangan syariah, khususnya di Jawa Tengah.

Peluncuran EPIKS digelar di Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak, Senin (12/8/2024), yang dihadiri Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi bersama Anggota Badan Supervisi OJK Mohammad Jufrin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Demak Musyafak, dan perwakilan dari pimpinan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) di wilayah Jawa Tengah serta perwakilan Forkopimda Kabupaten Demak.

 

 

Dalam sambutannya, Friderica menyampaikan, saat ini masih terdapat sejumlah tantangan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di ponpes. Antara lain penggunaan produk keuangan yang belum optimal, pemahaman mengenai produk keuangan syariah yang tidak seragam, serta akses keuangan yang masih terbatas.

“Dibutuhkan program berkelanjutan untuk memfasilitasi kebutuhan finansial di lingkungan ponpes dalam rangka penyediaan akses keuangan syariah," kata Frederica.

Baca juga : Gandeng Pelindo, Bank Mandiri Perkuat Ekosistem Infrastruktur Maritim

EPIKS diharapkan dapat menguatkan peran ponpes sebagai pendidik, pendakwah dan penggerak ekonomi.

"Ini akan menjadi upaya bersama untuk mewujudkan masyarakat di lingkungan ponpes yang mandiri finansial, menjadi bentuk perjuangan ponpes yang relevan di era saat ini,” kata Friderica.

 


OJK bersama Pemkab Demak, dan Industri Jasa Keuangan yang tergabung dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) saling mendukung dan berkolaborasi dalam pengembangan EPIKS.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Demak Musyafak mengapresiasi inisiasi OJK, dalam mendukung inklusi keuangan syariah di lingkungan ponpes.

Melalui ekosistem ponpes inklusif keuangan syariah, Musyafak berharap, ponpes dapat memainkan peran yang lebih aktif dalam pengembangan ekonomi masyarakat. Terutama, dalam hal pemberdayaan masyarakat dan pengembangan keuangan syariah.

Baca juga : Indeks Literasi Keuangan 65,43 Persen, Indeks Inklusi Keuangan 75,02 Persen

"Karena keuangan syariah merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan kesejahteraan bersama,” kata Musyafak.

Kegiatan ini turut dihadiri Forkopimda Kabupaten Demak, Santri, Uztadz, dan pelaku UMKM sejumlah kurang lebih 600 orang serta wali santri yang hadir secara online berjumlah 500 orang.

Ponpes Futuhiyyah Mranggen Demak yang saat ini memiliki lebih dari 5.000 santri dari jenjang PAUD sampai Perguruan Tinggi, telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan besar dan universitas ternama untuk menambah ketrampilan para santri.

Ponpes tersebut juga ikut mendukung perekonomian amsyarakat sekitar melalui Bank Waqaf Mikro (BWM) Futuhiyyah, yang hingga ini eksis memberikan akses pembiayaan mikro.

Sejak tahun 2018, BWM Futuhiyyah telah menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 400 UMKM di sekitar Pondok Pesantren Futuhiyyah, dengan outstanding sebesar lebih dari Rp 600 juta.

Edukasi Keuangan Perempuan 

Dalam kunjungannya ke Demak, Friderica juga menghadiri kegiatan Edukasi Keuangan di hadapan sekitar 500 Anggota Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Demak di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Demak.

Baca juga : Bentuk Tim 9, PDIP Gaspol Menangkan Tri Adhianto Di Pilwalkot Bekasi

Dalam kesempatan tersebut, Friderica menyampaikan pentingnya literasi keuangan atau melek finansial, agar tercipta inklusi keuangan yang memberikan pemberdayaan keuangan kepada masyarakat.

“Negara kita butuh banyak sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru, terutama di daerah. Di Demak, banyak sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru, dan tidak akan mungkin bisa menjadi besar kalau tidak disokong oleh sektor keuangan,” papar Friderica.

Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPR Komisi XI Fathan Subchi, Anggota Badan Supervisi OJK Mohammad Jufrin beserta pimpinan Pelaku Usaha Jasa Keuangan.

Fathan Subchi mengapresiasi kehadiran OJK di Demak, untuk memberikan edukasi keuangan bagi komunitas perempuan. Khususnya, segmen pelaku UMKM dan ibu rumah tangga, dengan harapan @ peserta kegiatan selaku agen literasi keuangan di daerah dapat menyebarluaskan kembali ilmu dan pengetahuan keuangan kepada teman, kerabat dan keluarga. Supaya setiap rumah tangga di Kabupaten Demak dapat lebih sejahtera.

Sementara Jufrin, menyampaikan dukungan penuh kepada OJK dalam upaya pelaksanaan kegiatan edukasi keuangan yang masif di berbagai daerah. Sehingga, intensifikasi peningkatan literasi keuangan dapat merata. Pada akhirnya, ini dapat mendorong pemberdayaan perempuan dan laju perekonomian daerah, karena pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.