Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Prioritaskan Tokoh Perempuan
PKS Bakal Duetkan Atang-Rena Di Pilwalkot Bogor?
Sabtu, 17 Agustus 2024 15:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor memprioritaskan tokoh perempuan untuk mendampingi bakal calon Walikota Bogor yang diusung partainya, Atang Trisnanto pada Pilkada Kota Bogor 2024.
Juru Bicara Satgas Jawa Barat (Jabar) Putih Kota Bogor, Angga Alan Surawijaya mengatakan, sejatinya partainya sudah menetapkan pendamping Atang Trisnanto untuk maju dalam pemilihan Wali Kota - Wakil Wali Kota Bogor 2024.
Hanya saja, dinamika di Bogor yang saat ini sangat dinamis dan cair, pihaknya mengajukan perpanjangan waktu pengusulan ke DPP PKS untuk merumuskan figur yang tepat mendampingi Atang di Pilkada Kota Bogor.
"Itu karena kita ingin betul-betul mendapatkan format yang terbaik untuk Pilkada Kota Bogor," kata Angga saat dihubungi RM.id, Jumat (16/8/2024).
Politisi PKS ini memastikan, pihaknya masih terus menjalin komunikasi dengan kandidat yang sudah menyatakan siap bertarung di Pilkada Kota Bogor.
Baca juga : Rena Da Frina Dan Rusli Mesra, Bakal Duet Di Pilwalkot Bogor?
Kandidat tersebut antara lain Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang non aktif Rena Da Frina, Sendi Fardiansyah, Aji Jaya Bintara, Annida Allivia, bahkan termasuk dengan Ketua DPD Golkar Kota Bogor Rusli Prihatevy.
"Kami kan sudah punya calon yang sudah kita kunci bahwa posisi F1 itu adalah Pak Atang Trisnanto. Nah ketika mencari pasangannya F2, fokus pada aspek-aspek yang bisa mengisi kekosongan yang ada," katanya.
Soal kekosongan ini, Angga lalu memberikan bocoran bahwa pendamping Atang kemungkinan besar adalah tokoh perempuan.
"Jadi ini bocoran halus salah satu prioritas mungkin pasangannya dari kaum perempuan. Walaupun sekali lagi tidak menutup kemungkinan kalau ada calon lain yang bukan perempuan tapi secara chemistri-nya masuk dan ya sama-sama siap berjuanglah," katanya.
Soal kemungkinan tokoh perempuan yang digandeng adalah Rena mengingat elektabilitas tokoh-tokoh perempuan yang ada, Kadis PUPR ini memiliki elektablitas paling tinggi dari tokoh perempuan lainnya, Angga tidak menutup kemungkinan tersebut.
Baca juga : Dukung Pemberdayaan Perempuan, MS GLOW Meresmikan Elite Glowbal
"Elektabilitas jadi salah satu pertimbangan, Pertimbangan lainnya, ya memang komunikasinya dan memang ketika cocok sih ya paling idealnya itu sama-sama tinggi elektabilitasnya," sebutnya.
Sebagaimana diketahui, Survei terkini menunjukkan bahwa elektabilitas Dedie A Rachiem stagnan walau berada di peringkat teratas dari kandidat lainnya. Kondisi ini kontras dengan tiga pesaing lainnya, yakni dr. Raendi Rayendra, Rena Da Frina dan Atang Sutarna yang meningkat cukup signifikan.
Hal tersebut tergambarkan dalam laporan survei Preverensi Politik Masyarakat Menjelang Pilkada Serentak Kota Bogor Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Puspoll Indonesia. Pengumpulan data dilaksanakan dari 28 Juli - 3 Agustus 2024 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur, dengan jumlah sampel sebanyak 440 responden, margin of error +/-4,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasilnya, jika pemilu Kota Bogor dilaksanakan hari ini, ada sekitar 20,2 persen responden menyatakan memilih Dedie Rachim.
Disusul dr. Rayendra 18,1 persen, dan Rena Da Frina 17,7 persen. Berikutnya Sendi Ferdiansyah 12 persen, Atang Trisnanto 9,1 persen, Rusli Prihatevy 7,9 persen, Jenal Mutaqin 2,7 persen, Dadang Iskandar Danubrata 0,7 persen, dan yang menyatakan tidak menjawab atau tidak tahu sebesar 11,6 persen.
Baca juga : Kaesang All Out Dukung Jaro Ade di Pilkada Bogor 2024
Akan tetapi, jika dilakukan simulasi terhadap jumlah kandidat, perolehan elektabilitas Dedie Rachim tidak signifikan. Puspoll Indonesia menemukan, jika simulasi dilakukan terhadap 6 calon, elektabilitas mantan Wakil Wali Kota Bogor ini hanya bertambah 24,6 persen, Rayendra 22,8 persen, Rena 20,5 persen, Sendi 11,6 persen, Atang Trisnanto 11,0 persen, Jenal Mutaqin 5,2 persen dan tidak tahu/tidak jawab 4,3 persen.
Namun jika simulasi dilakukan terhadap 4 calon, Dedie 25,5 persen, Rayendra 23,9 persen, Rena 22,3 persen, Atang Trisnanto 18,6 persen, dan tidak tahu/tidak jawab 9,6 persen.
"Ya kalau kita lihat Pak Didie ini kan stagnan yak. Karena mungkin masyarakat belum bisa memutuskan," kata peneliti Puspoll Indonesia, Lukmanul Hakim, belum lama ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya