RM.id Rakyat Merdeka - Pendaftaran calon kepala daerah yang akan berlaga di Pilkada serentak, November ini, ditutup semalam. Ada banyak drama mewarnai Pilkada kali ini. Ada jagoan yang diunggulkan justru tumbang duluan karena nggak dapat tiket. Ada juga partai yang kesulitan cari calon unggul sehingga melakukan “kawin paksa”.
Di hari terakhir pendaftaran Pilkada 2024, Kamis (29/8/2024), sejumlah calon satu persatu mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) untuk mendaftar sebagai calon kepala daerah.
Di Jakarta misalnya, pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana jadi kandidat terakhir yang mendaftar ke KPU Jakarta, pada Kamis (29/8/2024). Pasangan cagub-cawagub ini, maju lewat jalur independen.
Baca juga : Mundur Dari Mensos, Risma Fokus Lawan Khofifah
Total ada tiga kandidat yang mendaftar sebagai pasangan cagub dan cawagub Jakarta. Yakni, Pramono Anung dan Rano Karno yang hanya diusung PDIP. Kemudian Ridwan Kamil dan Suswono yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus. Sementara, Anies Baswedan yang selama ini jadi calon kuat, justru tidak bisa maju karena tidak mendapatkan tiket.
Bergeser ke Pilgub Banten. Total ada dua calon yang mendaftar. Pertama, Airin Rachmi Diany dan Ade Sumardi yang dimajukan oleh Golkar dan PDIP. Kemudian, Andra Soni dan Ahmad Dimyati Natakusumah yang diusung Gerindra, PKS dan beberapa partai di KIM plus.
Sebelumnya, Airin yang merupakan calon terkuat di Banten, hampir tak dapat tiket. Pasalnya, Golkar lebih memilih memajukan Andra-Dimyati. Namun, Airin diselamatkan PDIP pasca keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menurunkan batas syarat pencalonan majukan kepala daerah. Belakangan, Golkar juga kembali mendukung Airin.
Baca juga : Jokowi: Jangan Kalau Pas Senang Ramai-ramai
Di Jawa Barat tidak kalah seru. Pasca Ridwan Kamil digeser maju ke Jakarta, pertarungan di Jawa Barat makin berwarna. Di daerah ini, ada Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan yang didukung partai KIM plus. Namun, pasca putusan MK, PKS akhirnya memilih mencalonkan presidennya, Ahmad Syaikhu bersama Ilham Habibie.
PKB juga memilih melakukan “kawin paksa” di Jawa Barat. Partai yang dikomandoi oleh Muhaimin Iskandar ini, memilih mencalonkan Acep Adang Ruhiyat dan Gitalis Dwi Natarina (Gita KDI). Awalnya, PKB mencoba merayu Sandiaga Uno untuk jadi Cagub Jabar, tapi Sandiaga menolaknya. Pasangan Acep-Gita didaftarkan ke KPUD semalam.
PDIP yang tinggal sendirian belum jelas mau ngusung siapa di Jabar. Di detik-detik penutupan pendaftaran, muncul kabar PDIP akan mencalonkan Anies Baswedan berpasangan dengan Ono Surono, Ketua PDIP Jabar. Ada juga isu, PDIP mau duetkan Sandiaga Uno dengan Susi Pudjiastuti.
Baca juga : Aspirasi Ojol Jangan Dicuekin
Tapi, semua itu, gagal terwujud. PDIP akhirnya memutuskan mengusung duet Jeje Wiradinata dan Ronald Sunanda Surapradja sebagai cagub-cawagub Jabar. Duet ini didaftarkan ke KPUD setengah jam sebelum pintu pendaftaran ditutup. Tepatnya, pukul 23.30 WIB.
Pencalonan di Jawa Timur juga banyak kejutannya. Di wilayah ini, kandidat terakhir yang mendaftar ke KPUD adalah Tri Rismaharini-KH Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans. Pasangan yang diusung PDIP ini tiba di Kantor KPU Jatim pada Kamis, (29/8/2024) sekitar pukul 19.45 WIB.
Pemilihan Risma tergolong mendadak. Secara pribadi, dia juga mengaku tidak kenal secara personal dengan Gus Hans. Namun, dia manut apa kata Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk dipasangkan dengan Gus Hans. “Beliau usulkan ini, saya pasrah,” ujar Risma.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.