RM.id Rakyat Merdeka - Debat perdana Pilgub DKI Jakarta yang digelar di JIExpo Kemayoran, Minggu (6/10/2024) malam, berlangsung hambar tapi penuh rasa persaudaraan. Ketiga Paslon yang tampil, menghindari saling serang. Ketiganya memilih memanfaatkan setiap sesi untuk memaparkan programnya masing-masing.
Debat perdana Pilgub Jakarta ini digelar tepat pukul 7 malam. Sejam sebelum acara, ketiga paslon sudah tiba di lokasi.
Mereka adalah paslon nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), paslon nomor urut 2 Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun), dan paslon nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno. Ketiga paslon pun tampil kompak. Semuanya mengenakan dengan kemeja putih. Hanya aksennya saja yang berbeda.
Baca juga : Investor Inggris Bakal Bangun Botanical Garden
Tema debat perdana ini adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta transformasi Jakarta menjadi kota global. Di sesi pertama, ketiga paslon membacakan visi, misi, dan program yang mereka janjikan. Selanjutnya, mereka menjawab pertanyaan dari para panelis mengenai isu-isu seperti mengatasi kemacetan dan mengembangkan SDM.
Di sesi selanjutnya, antar paslon saling mengajukan pertanyaan. Tak ada debat panas. Meski begitu, ada juga saat paslon melayangkan sindiran halus terhadap kebijakan dan janji lawan. Meski demikian, suasana tetap cair, diwarnai tawa dan sorakan dari penonton.
Momen lucu itu muncul di sesi pertama saat para paslon memaparkan visi misi.
Baca juga : Konsolidasi Pemenangan TPP Khofifah-Emil Gaspol
Pasangan RIDO membuka dan menutup visi misi mereka dengan pantun. Ridwan Kamil mengawali pemaparan dengan panjang lebar hingga menghabiskan waktu lebih dari tiga menit. Di ujung paparan, Kang Emil mempersilakan wakilnya untuk menutup paparan dengan pantun. Sayangnya, waktu tersisa kurang dari 20 detik.
Suswono buru-buru membacakan pantun. Namun pantun belum selesai, moderator sudah menyela. “Waktu habis, Pak,” kata moderator. “Aduh!!,” seru Suswono sambil tersenyum.
Disela moderator, Suswono dan Kang Emil hanya tertawa. Kang Emil buru-buru merangkul Suswono, membuat pendukungnya tertawa dan bersorak.
Baca juga : 40 WNI Pulang Dari Lebanon
Gaya penyampaian visi dan misi Rano Karno lain lagi. Gayanya bicara mirip orang Betawi. Ceplas-ceplos, singkat gak bertele-tele. “Pokoknya gak ribet dah. Perubahan itu bisa kok tanpa harus bikin kepala puyeng. Pemerintah harusnya kayak teman yang asyik. Kalau ada yang ribet, kita beresin,” kata Rano, disambut tepuk tangan pendukungnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.