BREAKING NEWS
 

TBRC: Tri Adhianto-Harris Bobihoe Berpotensi Menang Di Pilkada Bekasi

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Jumat, 18 Oktober 2024 08:49 WIB
Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto-Harris Bobihoe. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Timur Barat Research Center (TBRC) baru-baru ini merilis hasil survei terbaru elektabilitas pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi 2024.

Saat responden ditanya, jika pemilihan Wali Kota Bekasi diadakan sekarang, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota mana yang akan Ibu/Bapak/Saudara pilih di antara ketiga paslon berikut?"

"Hasil survei menunjukkan bahwa pasangan calon Tri Adhianto-Harris Bobihoe memperoleh dukungan suara signifikan, dengan pilihan Top of Mind mencapai 41,9 persen," kata Direktur Eksekutif TBRC Johanes Romeo dalam keterangannya, Jumat (18/10/2024).

Sementara pasangan Heri Koswara-Sholihin dipilih sebanyak 28,7 persen sedangkan pasangan Uu Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni mendapat 5,2 persen, dan 24,2 persen responden tidak menjawab atau memilih.

Dalam pertanyaan tertutup (Aided Awareness), tingkat keterpilihan pasangan Tri Adhianto-Harris Bobihoe mencapai 52,1 persen. Sementara pasangan Heri Koswara-Sholihin 33,4 persen, dan pasangan Uu Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni 5,7 persen, dan 9,8 persen responden tidak menjawab atau memilih.

"Ada korelasi kuat antara tingkat elektabilitas ketiga paslon dengan tingkat popularitas dan kesukaan," katanya.

Baca juga : LKPI: Duet Sujiwo-Sukiryanto Berpotensi Menang Besar Di Pilkada Kubu Raya

Romeo menjelaskan, bahwa tingkat popularitas pasangan Tri Adhianto-Harris Bobihoe mencapai 79,3 persen dan tingkat kesukaan 78,8 persen. Sementara itu, Heri Koswara-Sholihin memiliki tingkat popularitas 53,6 persen dan tingkat kesukaan 50,8 persen. Kemudian, Uu Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni mencatat tingkat popularitas 12,8 persen dan kesukaan 10,8 persen.

Latar belakang pemilih di Kota Bekasi menunjukkan bahwa sebagian besar responden memilih calon wali kota/wakil wali kota karena alasan pengalaman di pemerintahan (28,2 persen), bebas dari korupsi (27,4), peduli pada rakyat (21,9), visi misi kandidat (8,8), religius (4,4), dan alasan lainnya (9,3).

"Dalam hal kemantapan pilihan, survei menunjukkan bahwa 77,6 persen responden merasa mantap dengan pilihan mereka terhadap pasangan calon wali kota dan wakil wali kota. Sementara 22,4 persen menyatakan bahwa pilihan mereka masih mungkin berubah," kata Romero.

Sementara itu, pengamat politik dan intelijen Universitas Indonesia Muhammad Sutisna menyatakan, angka ini mencerminkan kekuatan dukungan terhadap pasangan tersebut di kalangan pemilih.

Dukungan yang kuat ini menunjukkan bahwa mereka mungkin menjadi salah satu pasangan yang paling diperhitungkan dalam kontestasi Pilkada 2024.

Adsense

Melihat hasil ini, penting untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi pemilih, seperti rekam jejak pasangan calon, program kerja yang ditawarkan, serta pandangan masyarakat terhadap isu-isu yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Baca juga : IDM: Elektabilitas Tri Adhianto-Harris Bobihoe 54,1 Persen, Ungguli 2 Paslon Lain

Dengan dukungan yang cukup signifikan, Tri Adhianto-Harris Bobihoe tidak hanya menunjukkan peluang besar untuk menang dalam Pilkada 2024, tetapi juga mencerminkan dinamika politik menarik di Kota Bekasi.

Menurutnya, masyarakat tampaknya memiliki harapan besar terhadap pasangan ini untuk membawa perubahan positif dan mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh kota tersebut.

"Seiring mendekatnya waktu pemilihan, dinamika ini tentu akan terus berkembang dan menarik perhatian berbagai kalangan, termasuk pengamat politik, media, dan masyarakat umum," ujarnya.

Survei ini dilaksanakan dalam rentang waktu dari tanggal 7 hingga 15 Oktober 2024, dengan tujuan memberikan wawasan mendalam mengenai preferensi pemilih menjelang pemilihan.

Metode yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel survei adalah stratified multistage random sampling. Pendekatan ini dipilih untuk memastikan representativitas dan akurasi data yang diperoleh.

Sebanyak 1.250 responden berpartisipasi dalam survei ini, jumlah yang mencerminkan keragaman demografis masyarakat Kota Bekasi. Margin of error yang diperoleh dalam survei ini adalah +/- 2,77 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca juga : Duet Rudy-Seno Berpotensi Menangi Pilkada Kaltim

Ini menunjukkan bahwa hasil survei dapat diandalkan sebagai acuan untuk memahami kecenderungan politik masyarakat.

Klaster survei mencakup 12 kecamatan di Kota Bekasi, yang dipilih secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada 2024. Dengan pendekatan ini, setiap kecamatan terwakili sesuai dengan jumlah pemilihnya.

Stratifikasi survei juga dilakukan berdasarkan proporsi jenis kelamin, sehingga hasil yang diperoleh mencerminkan pandangan baik dari laki-laki maupun perempuan di wilayah tersebut.

Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih yang dilengkapi dengan aplikasi teknologi untuk memudahkan proses pengumpulan informasi.

Responden yang dipilih untuk diwawancarai dilakukan secara acak, sehingga hasilnya mencerminkan pandangan masyarakat secara keseluruhan. Dalam rangka memperoleh data yang akurat, responden diberikan pertanyaan secara langsung (Spontaneous Awareness) dan secara tertutup (Aided Awareness) menggunakan kertas suara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense