BREAKING NEWS
 

Survei LSI-Poltracking, RK-Pramono Salip Menyalip

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Jumat, 25 Oktober 2024 08:00 WIB
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta memamerkan nomor urutnya usai mengambil undian nomor urut di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jakarta, Senin (23/9/2024). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
Bagaimana tanggapan RK? Mantan Gubernur Jawa Barat ini enggan merespons elektabilitasnya yang disalip Pramono dalam survei LSI.

“Mending bahas survei Poltracking, sudah itu aja. Sudah liput Poltracking belum? Ya sudah itu dulu. Soalnya nggak relevan nanti jawabannya,” kata RK, di Jakarta Barat, Kamis (24/10/2024).

Menurutnya, setiap lembaga survei memiliki instrumen yang berbeda. Karena metode survei beda, sampling juga beda. Karena itu tidak pernah ada survei yang sama.

Baca juga : Menteri Sjafrie Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Apapun hasil surveinya, kata RK, pihaknya akan tetap bekerja hingga akhir waktu. “Misalkan besok ada rilis, surveinya bagus hasilnya, jawaban saya juga sama. Saya akan terus melakukan kegiatan sampai akhir masa kampanye,” tegas mantan wali kota Bandung ini.

Sementara, Pramono optimis, menatap hasil survei terhadap dirinya. Ia bahkan meyakini elektabilitasnya bisa naik hingga 48 persen. Faktor penentunya adalah swing voters.

Pramono mengacu pada hasil survei LSI yang menunjukkan elektabilitasnya 41,6 persen. Dalam survei itu, ada 14,4 persen pemilih belum menentukan pilihan. “Jika dihitung secara proporsional, elektabilitas mereka bisa mencapai 48 persen,” ujarnya, di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (24/10/2024).

Baca juga : Beringin Target Menang Di 16 Pilkada Jawa Barat

Meski begitu, Pramono menyebut, hasil survei tidak boleh mengurangi semangat kerja tim. Ia memastikan, akan terus blusukan untuk memanfaatkan waktu yang kini tersisa satu bulan.

“Beberapa tempat akan kami lakukan penebalan aktivitas yang lebih, karena memang perlu kehadiran saya ataupun Bang Doel di tempat-tempat itu,” tutur Pramono.

Lalu apa tanggapan pengamat soal beda hasil survei LSI dan Poltracking? Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengatakan, perbedaan hasil lembaga survei bukan masalah besar. Karena keduanya punya potensi benar.

Baca juga : Pelaku Usaha Wajib Urus Sertifikasi Halal Produk

Pertama, kata dia, setiap elektabilitas yang disampaikan lembaga survei belum tentu murni. Bisa saja, karena responden dibatasi, misalnya di lingkup kelompok, waktu, atau lokasi.

“Publikasi survei tentu bukan persoalan apakah kemudian ketika terjadi perbedaan di antara dua lembaga itu salah satunya salah, bukan. Tetapi dua-duanya benar, hanya persoalan tafsir saja,” ulas Dedi saat dihubungi, tadi malam.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 25 Oktober 2024 dengan judul Survei LSI-Poltracking, RK-Pramono Salip Menyalip

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense