RM.id Rakyat Merdeka - Tim Pemenangan Cagub-Cawagub Jawa Tengah, Ahmad Luthfi-Gus Yasin menyayangkan, masih ada oknum yang mencoba membuat kegaduhan di masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.
Dewan Pembina Tim Pemenangan paslon Luthfi-Yasin, Letjen TNI (Purn) Bakti Agus Fadjari mengatakan, kegaduhan berupa informasi hoax maupun postingan provokatif kerap menyerang Luthfi-Yasin di media sosial.
Informasi sesat tersebut dianggap berbahaya karena berpotensi memecah belah.
“Kami mengingatkan masyarakat dan pihak manapun agar tidak mudah terpengaruh akan informasi menyesatkan,” ujarnya dikutip dalam keterangan pers, Senin (18/11/2024).
Baca juga : Tim Luthfi-Yasin Diserang Hoaks Pecah Belah TNI-Polri
Bakti memastikan, segala bentuk hoax akan dibawa ke ranah hukum. Hal ini agar Luthfi-Yasin tidak menjadi sasaran informasi hoax oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Bakti mengungkapkan, kasus yang belum lama ini terjadi yaitu adanya penyebaran gambar ilustrasi berbentuk provokatif melalui media sosial (medsos), yang menyinggung TNI.
Gambar tersebut disebar di platform TikTok dalam sepekan terakhir melalui dua akun berbeda, yakni relawankomjenluthfi dan RelawanLuthfi.Solo.
Penyebaran gambar ini memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk dari tim pemenangan Luthfi-Yasin.
Baca juga : Jateng Muda Banyumas Deklarasi Menangkan Luthfi Yasin Di Pilgub 2024
“Kami meyakini bahwa tidak ada satupun tim pemenangan kami yang terlibat dalam penyebaran gambar provokatif tersebut,” tegasnya.
Dia menyesalkan adanya pihak tertentu dengan sengaja menyebarkan gambar hoaks dan merupakan bentuk fitnah yang berpotensi memecah belah hubungan baik antara TNI dan Polri.
“Kami dari tim 02 tidak mungkin menyebarkan gambar yang mempertentangkan antara TNI dan Polri. Saya sendiri seorang tentara, tidak mungkin saya menistakan diri sendiri atau institusi TNI-Polri yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Ia kembali meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi tidak benar. Kasus ini telah dlaporkan ke Polda Jawa Tengah.
Baca juga : Pemuda Solo Deklarasi Dukung Luthfi-Taj Yasin, Serukan Perubahan Di Jawa Tengah
“Kasus ini tengah ditangani sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Mantan Pangdam IV/ Diponegoro ini menekankan, pentingnya menjaga persatuan antara TNI dan Polri sebagai pilar negara.
Menurutnya, pihak-pihak yang mencoba memprovokasi atau memecah belah kedua institusi tersebut adalah ancaman bagi persatuan bangsa.
“Selama ini, kami saling menjaga antara TNI dan Polri. Siapa pun yang mencoba membenturkan kedua institusi ini, jelas tidak memiliki niat baik untuk bangsa dan negara,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.