Sebelumnya
Di Tanah Air, China sering dicitrakan negatif. Bagaimana pandangan Bapak terkait hal ini?
Menurut saya, media termasuk media sosial dan informasi, memegang peranan penting untuk menciptakan citra positif bagi hubungan insan kedua negara.
Untuk itu, kami di KBRI bekerja keras untuk saling mempromosikan berita baik, valid dan positif mengenai perkembangan bilateral kedua negara. Menurut saya, China kini tengah menjadi fokus berita di seluruh dunia. Karena itu, sangat penting menjaga momentum kerja sama antara kedua negara dari berbagai kesempatan. Saling kunjung pejabat yang ada, agar hasilnya terasa bagi kesejahteraan insan kedua negara.
Baca juga : Dubes Djauhari Oratmangun Resmikan Pabrik Tempe Dan Pojok Kopi Di Shanghai
Tidak dapat dipungkiri, kini hampir seluruh dunia memanfaatkan berbagai produk China, dari barang sehari-hari hingga komoditi bernilai tambah. Oleh karenanya, hubungan kedua negara akan semakin diwarnai semangat saling melengkapi dan persahabatan.
Kalau dikaitkan dengan situasi pandemi saat ini, kira-kira seperti apa?
Melihat Presiden RI divaksinasi secara publik dengan vaksin buatan China, tentunya menjadi sinyal bilateral trust antara negara. Kita patut apresiasi dan mendukung program pemerintah dalam menghadapi pandemi. Ini menguatkan kepercayaan publik atas berbagai hal berkarakteristik China.
Baca juga : Beberkan Kiat Jadi Diplomat Di Depan Mahasiswa Unbrah Sumbar
Tak hanya China, negara lain juga penah dicitrakan negatif. Namun, perilaku bernegara yang baik, komunikasi dan toleransi menjadikan kita mampu mengelola dengan baik segala perbedaan yang ada. Berbeda itu pasti, namun lebih elok kita berkolaborasi dan berkontribusi bersama demi kepentingan bangsa dan insan kedua negara.
Bagaimana soal polemik masalah perbatasan kita?
Indonesia pada prinsipnya memiliki berbagai isu perbatasan dengan negara tetangga, termasuk negara ASEAN lainnya. Bukan cuma China. Dalam hal ini, kita harus mengelola komunikasi dan terus memajukan negosiasi, sesuai prinsip musyawarah mufakat. Dengan cara itu, kita dapat mengatasi berbagai potensi friksi yang ada.
Baca juga : Dari 37 Adegan Rekonstruksi, Terungkap 6 Fakta Baru
Untuk itu, memfinalisasi Code of Conduct of the South China Sea adalah hal yang sangat penting, untuk menjamin stabilitas keamanan dan keselamatan di kawasan.
Saya harap, kita dapat terus fokus mengatasi masalah global bersama, ketimbang mengangkat isu-isu yang berpotensi saling menjauhkan Indonesia dengan negara mitra.
Indonesia dan China sedang merayakan momentum 70 tahun hubungan diplomatik. Untuk itu, kita akan terus mengupayakan berbagai program dan kegiatan, yang kiranya berkontribusi pada perdamaian. Tak hanya di kawasan, namun juga dunia. [MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.