BREAKING NEWS
 

Tanggapi Ujaran Kebencian Kepada Pemain Timnas, Filep Imbau Masyarakat Bijak

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Sabtu, 11 Oktober 2025 13:28 WIB
Foto: DPD RI.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma.menyayangkan tindakan sejumlah warganet yang menyerang akun media sosial pemain Timnas Indonesia dengan ujaran rasis dan kebencian.

Senator asal Papua Barat itu menilai, ujaran rasis kepada pemain timnas, Yakob Sayuri, tidak pantas dilontarkan kepada sosok yang berjuang membawa nama bangsa Indonesia di pentas internasional.

“Saya sangat menyayangkan perilaku sebagian masyarakat kita dalam menggunakan media sosial, yang seolah sudah menjadi kebiasaan melontarkan ujaran rasis dan kebencian ketika timnas kalah. Kritik terhadap pemain seharusnya disampaikan dengan bijak dan membangun, bukan dengan rasisme yang melukai. Bagaimanapun, timnas berjuang untuk bangsa Indonesia,” ujar Filep dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/10/2025).

Pimpinan Komite III DPD RI yang membidangi urusan olahraga dan kepemudaan itu menilai, kasus serupa telah berulang kali terjadi. Tidak hanya terhadap pemain asal Papua, ujaran kebencian juga kerap dialamatkan kepada pemain lain.

Baca juga : Putin Kembali Minta Maaf Kepada Presiden Azerbaijan

Ia mengingatkan agar semua pihak belajar dari insiden saat PSSI dijatuhi sanksi oleh FIFA usai pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 25 Maret 2025 lalu.

FIFA menilai insiden tersebut melanggar Pasal 15 terkait tindakan diskriminatif. Akibatnya, PSSI dijatuhi dua hukuman sekaligus, yakni denda dan pembatasan jumlah penonton di laga kandang berikutnya.

Adsense

Aksi sebagian suporter dinilai merusak semangat fair play dan keberagaman yang dijunjung tinggi oleh FIFA.

“Semua pasti ingat, PSSI pernah disanksi FIFA karena suporter dinilai menyuarakan slogan xenofobia saat melawan Bahrain. PSSI didenda lebih dari Rp400 juta dan diwajibkan menutup 15 persen kapasitas Stadion GBK pada laga berikutnya. Ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk saling menjaga,” tegas Filep, yang juga Sekretaris MPR For Papua.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Pastikan Ketersediaan Pertalite dan Pertamax di Timika

Ia juga menyinggung kejadian serupa usai laga Indonesia kontra Guinea. Ujaran kebencian dilontarkan sejak pemain memasuki lapangan, saat pemanasan, hingga menyanyikan lagu kebangsaan, bahkan menyerang akun media sosial pemain Guinea dengan komentar rasis.

“Saya kira dunia olahraga juga harus menjadi ruang edukasi yang memperkuat budaya toleransi dan menolak segala bentuk diskriminasi. Ini adalah nilai dan jati diri bangsa kita yang plural,” ingatnya.

Tokoh yang dikenal dengan julukan Pace Jas Merah itu menegaskan, selain edukasi publik, diperlukan juga penegakan hukum terhadap pelaku ujaran kebencian sesuai Undang-Undang ITE.

Filep juga mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga serta PSSI untuk memberikan perhatian serius terhadap masalah ini, termasuk menjamin perlindungan bagi pemain timnas dari intimidasi bernuansa rasis.

Baca juga : Lestari Moerdijat Tekankan Keseimbangan Kesehatan Fisik Dan Mental Masyarakat

Sebagaimana diketahui, pemain Timnas Indonesia, Yakob Sayuri, baru-baru ini menjadi sasaran ujaran rasis warganet setelah kekalahan skuad Garuda dari Arab Saudi pada Rabu (9/10).

Kolom komentar di akun media sosial Yakob Sayuri dipenuhi ujaran kebencian. Meski begitu, banyak juga pengguna media sosial lain yang memberikan dukungan dan semangat kepada Yakob, serta mengingatkan publik agar lebih bijak dan tidak melontarkan komentar rasis.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense