Sebelumnya
Apalagi dalam beberapa kasus korupsi politik, dana hasil korupsi terciprat juga ke parpol. Itu fakta di persidangan.
Kondisi mengkhawatirkan ini sudah lama terjadi. Survei global yang dilakukan Transparency International Indonesia (TII) pada 2014 dan 2017 menemukan bahwa DPR dan DPRD sebagai lembaga paling korup.
Baca juga : Jangan Lagi Ada Ironi
Sayangnya, sampai sekarang, perbaikan signifikan belum juga terlihat. Bahkan, ada kecenderungan hukuman terhadap koruptor diringankan. Usia koruptor, juga kian muda. Bahkan, korupsi yang tidak bisa diterima akal sehat, juga dilakukan.
Korupsi politik kian mengkhawatirkan ini perlu dihentikan. Korupsi yang dilakukan pejabat negara yang punya kuasa, wewenang, sarana dan kesempatan ini, sungguh sangat berbahaya dan memprihatinkan. Karena, apa saja bisa dikorup. Termasuk berbisnis de ng an rakyat dengan menggunakan “baju kuasa” dan kewenangan.
Baca juga : Puasa Dan Kesalehan Politik
Perlu ada peta jalan yang jelas dan tegas untuk menghentikan ini semua. Perlu ada keteladanan dan sikap tegas dari para pemimpin. Korupsi jangan terus menjadi PR setiap rezim yang ber kua sa. Korupsi tak bisa terusmenerus disembunyikan di bawah karpet.
Sudah banyak bangsa yang sulit keluar dari kubangan korupsi. Indo ne sia jangan sampai tenggelam lebih dalam lagi. Karena itu, rakyat perlu bertindak di dalam bilik suara.
Baca juga : "Gorden Pemisah" Seharga 90 Juta
Rakyat juga menunggu aksiaksi tegas, jelas, berani dan konsisten dari para pemimpin. Bukan sekadar slogan atau omongan yang tidak bisa dipegang dan mudah diingkari.(*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.